“Kita lihat sekarang itu sudah ada restoran di Manado dan beberapa daerah lainnya menyiapkan bilik COVID di depannya. Jadi, sebelum orang masuk ke dalam, harus disemprot terlebih dahulu untuk memastikan kebersihan badannya,” jelasnya lagi.
Sementara itu, jaminan keselamatan yang harus dilakukan setiap hotel dan pelaku pariwisata lainnya ialah kemudahan aksesibilitas bagi calon tamunya. Pelaku pariwisata diminta untuk memiliki akses tercepat ke sebuah layanan kesehatan. Hal ini untuk menghindari sesuatu hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan atau jatuh sakit.
“Contoh hotel saya itu punya akses sendiri ke dokter pribadi selama 24 jam. Jadi, saya harap semua pelaku pariwisata juga memikirkan hal itu, memiliki akses pribadi ke rumah sakit terdekat,” katanya.
Lebih lanjut Hermawan mengatakan, kesehatan dan keselamatan harus dikuatkan selama masa persiapan ini. Selain membuat bisnis tetap bertahan, dua faktor tersebut akan menjadi pilihan utama bagi semua orang dalam melakukan kegiatan pariwisata.
“Kalau nantinya Anda semua tidak menjamin kesehatan dan keselamatan setiap tamu yang datang, sudah dipastikan mereka akan mencari pilihan lain. Mencari hotel yang menjamin safety, healthy, accessibility, dan semua jaminan lainnya,” ungkapnya lagi.





