BerandaFeatureTiga Perilaku Baru Wisatawan Pasca-Corona

Tiga Perilaku Baru Wisatawan Pasca-Corona

Published on

spot_img
spot_img

Semakin masifnya penyebaran virus Corona membuat beberapa negara di dunia melakukan lockdown. Penerapan aturan tersebut diharapkan dapat memperkecil penyebaran virus Corona. Dengan begitu, pandemi COVID-19 dapat segera teratasi sehingga seluruh industri yang terdampak dapat pulih kembali.

Salah satu industri yang terdampak akibat COVID-19 ialah pariwisata. Banyak sektor di dalamnya yang harus menghentikan operasionalnya sementara karena tidak ada pemasukan selama pandemi ini berlangsung. Oleh karenanya, dengan adanya aturan lockdown ini dapat mempercepat pemulihan industri pariwisata di dunia.

Kendati tidak ada yang tahu kapan COVID-19 ini akan berakhir, Founder & Chairman MarkPlus Tourism Hermawan Kartajaya mengajak seluruh pelaku industri pariwisata untuk berkemas menyiapkan langkah dan strategi terbaiknya untuk menyambut kembali wisatawan yang datang.

BACA JUGA:  Industri MICE, Pemerintah dan UU Pariwisata

“Kita semua di industri pariwisata ini harus punya base untuk menghadapi berbagai kasus. Setelah nanti Corona berakhir, akan banyak traveler yang datang kembali. Tapi, akan ada new tourism behavior yang dibawa oleh mereka,” jelas Hermawan.

Dalam hal ini, MarkPlus Tourism menjelaskan perubahan perilaku atau behavior apa saja yang akan dimunculkan oleh wisatawan. Mochamad Nalendra, Executive Director MarkPlus Tourism, mengungkapkan behavior wisatawan akan dibagi atas tiga skenario, terutama setelah fase outbreak atau menyebarnya COVID-19.

BACA JUGA:  Pengeluaran Wisatawan Muslim Berpusat Di Asia Pasifik

Skenario pertama disebut dengan skenario A (New Normal). Skenario ini muncul ketika penambahan kasus baru berkurang karena sistem mitigasi sudah berjalan efektif di banyak negara walau vaksin belum ditemukan. Ini menyebabkan turis masih merasa berisiko untuk berwisata ke tempat jauh sehingga perjalanan pun sifatnya domestik atau terbatas dalam kota alias staycation.

Seperti yang diperlihatkan perusahaan booking engine Sojern pada Maret 2019 dan 2020. Perusahaan tersebut mencatat, pada tahun 2020 warga Singapura yang mencari referensi hotel untuk staycation memiliki jumlah dua kali lipat dibanding 2019. Angka tersebut akan terus bertambah jika penyebaran virus Corona masih terus masif di beberapa negara.

BACA JUGA:  Program Membangun Pariwisata dari Perbatasan

“Ditambah dengan kekhawatiran yang terjadi akibat gelombang kedua COVID-19 di negara China. Dengan begitu, dapat dipastikan akan masih ada penambahan jumlah kasus di negara tersebut,” ujar Nalendra.

Dari skenario pertama ini, Nalendra menyebutkan, hanya generasi Y dan Z saja yang mau mengambil risiko untuk berwisata. Sementara itu, generasi X dan baby boomers lebih memilih untuk berwisata di dalam negeri atau hanya sebatas staycation.

spot_img
spot_img

SIPFest 2026 Hadirkan Seni Pertunjukan Asia Melalui Asiaria

Jakarta, Venuemagz.com - Salihara International Performing-arts Festival (SIPFest) kembali digelar pada tanggal 1 hingga...

High Tea Bertema Winnie The Pooh di SKAI Swissotel The Stamford

Singapura, Venuemagz.com -- Hingga 31 Agustus 2026, SKAI di Swissotel The Stamford mempersembahkan pengalaman...

Epson Indonesia Dorong Implementasi Smart Classroom di Sekolah Yogyakarta

Yogyakarta, Venuemagz.com – Transformasi digital di sektor pendidikan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan...

Meriahkan Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Hotel Santika Banyuwangi Usung Semangat Pejuang Blambangan

Banyuwangi, Venuemagz.com – Dalam kemeriahan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026,  Hotel Santika Banyuwangi ikut...

SIPFest 2026 Hadirkan Seni Pertunjukan Asia Melalui Asiaria

Jakarta, Venuemagz.com - Salihara International Performing-arts Festival (SIPFest) kembali digelar pada tanggal 1 hingga...

High Tea Bertema Winnie The Pooh di SKAI Swissotel The Stamford

Singapura, Venuemagz.com -- Hingga 31 Agustus 2026, SKAI di Swissotel The Stamford mempersembahkan pengalaman...

Epson Indonesia Dorong Implementasi Smart Classroom di Sekolah Yogyakarta

Yogyakarta, Venuemagz.com – Transformasi digital di sektor pendidikan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan...