ARTOTEL Thamrin Jakarta Gelar Pameran Seni Gabungan 

Monday, 06 March 23 Bonita Ningsih

ARTOTEL Thamrin Jakarta kembali menyelenggarakan pameran seni gabungan bertajuk

“Abstract is the new realism” mulai tanggal 4-7 Maret 2023. Acara yang diselenggarakan di Artspace ARTOTEL Thamrin Jakarta ini menghadirkan karya dari tiga seniman kontemporer yaitu Donald Saluling, Sandy Tisa dan Fauzi Satyaputra. 

Pameran yang dibuka untuk umum ini menampilkan berbagai karya seni dengan konsep abstract. Pada hakikatnya, pengertian abstrak adalah sesuatu yang tidak terlalu mudah dipahami karena dalam prosesnya sendiri diartikan sebagai bentuk sensasi maupun bentuk figuratif dari suatu objek. 

Dalam pameran gabungan ini, ada banyak karya yang diadopsi dari suatu hubungan yang didasari dari imajinasi ataupun bentuk yang pernah dilihat, didengar, hingga sebuah pengalaman. Kriteria yang digunakan harus keluar dari sisi seniman itu sendiri bukan meniru atau menduplikasi alam dunia.

BACA JUGA:   Ekonomi Syariah Mampu Tingkatkan Perekonomian Indonesia Pasca-Pandemi

Karya yang ditampilkan Donald Saluling mengeksplorasi ruang negatif dengan cara non-representasional yang memiliki peran besar. Pria lulusan Seni Rupa Murni dan Desain Grafis di Portland University, Portland Amerika Serikat ini menampilkan empat karya yang dibuat melalui pemahamannya lebih dari 10 tahun. Proses menggambar di lokasi membuatnya belajar melihat, menghubungkan, hingga merekam lebih baik untuk bercerita.

Sedangkan, Fauzi Satyaputra, muncul dengan gaya lukisan yang terinspirasi lewat sudut pandang tentang apa yang di dalam otaknya. Pria yang sudah melanglang buana dalam memamerkan karyanya di mancanegara ini, menggabungkan gaya abstrak dan surreal. 

BACA JUGA:   Dampak Ekonomi Festival Danau Sentani 2017 Ditarget Rp15 Miliar

Abstrak sendiri mewakili koneksi tentang apa yang ada di dalam otak Fauzi. Sedangkan surreal muncul sebagai simbol untuk membantu Fauzi menyampaikan pesan kepada penonton.

Berbeda dengan kedua seniman sebelumnya, pemahaman seni abstrak Sandy Tisa ditarik dari ranah personal seseorang ke dalam ide karyanya. Bagi sandy, tentu hal ini adalah lumrah lewat realitas yang terjadi dalam kesehariannya. 

Lewat karyanya kali ini, Sandy tidak benar-benar memposisikan dirinya dalam seni abstrak murni namun menuangkannya lewat komposisi warna, garis, bentuk, dan tekstur. Karya tersebut ditampilkan sebagai dirinya sendiri (non representasional atau non objek) hingga kejadian-kejadian diambil dari sejumlah momen yang diekspresikan melalui bentuk kasat mata. 

BACA JUGA:   Wishnutama akan Bentuk Deputi Bidang MICE di Kemenparekraf

“Senang sekali kami dapat mempersembahkan satu lagi pameran seni kontemporer bertemakan abstrak. Melalui pameran ini, ARTOTEL Group, ingin selalu memperkenalkan seni rupa Indonesia lebih luas lagi lewat ekspresi jiwa seniman. Semoga pameran kali ini dapat diterima dan dinikmati oleh semua orang,” jelas Dicky Panjaitan, General Manager ARTOTEL Thamrin Jakarta.