Jakarta, Venuemagz.com – Kalender MICE Tanah Air pada akhir tahun kembali mengukuhkan kelasnya lewat pameran Manufacturing Indonesia Series 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, 3 – 6 Desember 2025.
Memasuki edisi ke-36, pameran Manufacturing Indonesia bukan sekadar ajang teknologi, tetapi juga magnet bisnis yang memperkuat posisi Indonesia sebagai hub pameran industri berskala regional.
Mengusung tema “Beyond Challenges: Empowering Indonesia’s Manufacturing Excellence & Resilience,” pameran ini menghadirkan lebih dari 1.000 ekshibitor dari 20 negara, menempati area pameran seluas 30.000 meter persegi. Skala tersebut menjadikannya salah satu trade show manufaktur terbesar di Asia Tenggara, sebuah capaian penting di tengah persaingan ketat destinasi MICE regional.
Kepadatan pengunjung di hari pertama menunjukkan bagaimana JIExpo masih menjadi venue andalan untuk pameran berskala besar. Hall yang luas, fleksibilitas layout, serta dukungan logistik menjadi elemen penting untuk mengakomodasi berbagai segmen manufaktur, mulai dari mesin berat, otomasi, hingga robotika.
Bagi sektor MICE, event ini memberi sinyal kuat bahwa Indonesia masih memiliki daya tarik yang konsisten untuk trade show dengan mobilitas tinggi dan kebutuhan teknis kompleks.
Menurut Meysia Stephanie, Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Manufacturing Indonesia bukan hanya marketplace teknologi, tetapi juga platform transformasi industri nasional.
Tingginya partisipasi ekshibitor lokal tahun ini menunjukkan bagaimana perusahaan Indonesia semakin percaya diri untuk menampilkan inovasi di panggung internasional.
Dari perspektif MICE, tingginya permintaan booth, area meeting, area demo, dan experiential space juga menunjukkan perubahan perilaku ekshibitor yang semakin fokus pada engagement, bukan hanya display.
Area pameran kali ini tampak lebih sarat dengan demonstrasi berbasis otomasi, IoT, dan kecerdasan buatan. Kawan Lama Solution menjadi salah satu sorotan lewat teknologi MAZATROL Smooth dari Mazak.
Kombinasi monitoring real-time, presisi, dan efisiensi energi ini menjadi contoh bagaimana ekshibitor kini memadukan teknologi dengan storytelling booth yang atraktif, membawa pengalaman live technology showcase ala pameran global. Tren ini semakin memperjelas posisi pameran sebagai experiential platform yang tidak bisa digantikan oleh interaksi digital.
Untuk menciptakan alur pengunjung yang lebih produktif, Pamerindo menghadirkan berbagai aktivitas berlapis, mulai kompetisi teknis hingga seminar tematik. Beberapa program unggulan meliputi Forklift Hero Competition (IMOW & Titan Sarana), Spinning Top Competition (IMDIA), HSE Championship (Kawan Lama Solution & Synergy Solusi), Kaizen Clinic, Robopark, dan Manufacturing Digital Hub.
Event activation seperti ini terbukti menambah dwell time pengunjung dan meningkatkan interaksi booth sebagai dua indikator penting dalam evaluasi kinerja pameran.
Manufacturing Indonesia Series 2025 juga memperkenalkan area khusus, seperti:
- Advanced Manufacturing Connect — ruang temu antar pelaku industri
- INDOESTRI Area — panggung bagi craftsmanship dan desain lokal
- Automotive Quality Management Hub — edukasi standar mutu otomotif
Bagi sektor MICE, kehadiran zona kurasi semacam ini menunjukkan bahwa pameran industri kini bergerak ke arah event hybrid yang menonjolkan kuratorial, bukan sekadar pameran booth tradisional.
Satu Atap, Lima Pameran Strategis
Penyelenggaraan acara ini berbarengan dengan Machine Tool Indonesia, Tools & Hardware Indonesia, Industrial Automation Indonesia, dan Production Logistics Indonesia yang memperkuat value integratif bagi pengunjung dan ekshibitor. Selain memaksimalkan efisiensi, model multievent dalam satu ekosistem juga meningkatkan daya tarik bagi buyer regional.
Pameran empat hari ini ditargetkan mengalami peningkatan pengunjung sekitar 20% dibandingkan tahun lalu.
Dengan dukungan penuh Kementerian Perindustrian RI serta asosiasi seperti APTIKNAS, IMDIA, IWES, APINDO, dan GAMMA, Manufacturing Indonesia Series 2025 memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam pameran industri kawasan. Bagi ekosistem MICE, gelaran ini menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga penggerak utama inovasi, kolaborasi, dan pertumbuhan industri manufaktur di Asia Tenggara.






KOMENTAR
0