“Untuk Maret belum bisa kita dapatkan datanya, tetapi sudah terlihat okupansi dan room revenue di Bali itu sudah turun drastis dari bulan Februari. Ini terlihat dari banyaknya diskon-diskon yang diberikan pihak hotel,” ucapnya lagi.
Nurul Yonasari, Senior Research Executive Colliers International Indonesia, menjelaskan, AOR/rata-rata tingkat hunian hotel di Bali turun hingga 21 persen, dan ADR/rata-rata biaya harian turun sebanyak 24 persen. Pada bulan Januari 2020, hotel di Bali masih mencatat AOR sebesar 70 persen. Namun, pada bulan Februari 2020 terjadi penurunan okupansi hingga 49 persen. Sedangkan untuk ADR, tercatat pada bulan Januari 2020 masih di angka US$125,3 dan mengalami penurunan di bulan Februari 2020 menjadi US$95,7.
“Memang terlihat turunnya sangat signifikan buat hotel di Bali ini,” Nurul menambahkan.
Sementara itu, untuk AOR hotel di Jakarta, tercatat masih ada kenaikan dari bulan Januari ke Februari 2020. Jika pada Januari 2020 tingkat okupansinya hanya 55 persen, di bulan Februari 2020 hotel di Jakarta dapat mencatat okupansi di angka 58,8 persen.
“Masih ada kenaikan okupansi hotel di Jakarta karena saat itu masih banyak kegiatan korporasi di bulan Februari. Jadi, tingkat okupansi masih dalam tahap yang sama,” kata Ferry.
Namun, ADR hotel di Jakarta mengalami penurunan dari bulan Januari 2020 ke bulan Februari 2020. Di bulan Januari tercatat perolehan sebanyak US$67,3 dan di Februari hanya US$62,8.
“Di bulan Maret belum kita update lagi untuk hotel di Bali dan Jakarta. Tapi, diprediksi akan mengalami penurunan mengingat semakin berkurangnya jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” ungkap Nurul.





