Hotel Indonesia Natour akan Take Off di T3 Ultimate Soekarno-Hatta

Thursday, 18 January 18 Harry Purnama
Terminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta

Setelah berhasil membukukan catatan positif pada 2017, PT Hotel Indonesia Natour (Persero) mencanangkan bahwa tahun 2018 merupakan saatnya Hotel Indonesia Natour untuk take off. Sejumlah target telah ditentukan untuk dicapai pada tahun ini, antara lain menambah jumlah kamar yang dikelola dari awalnya 851.638 pada 2017 menjadi 853.370 kamar pada tahun ini.

Iswandi Said, Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero), mengatakan, ada beberapa strategi yang akan dilakukan untuk mencapai target tersebut, tapi bukan dengan membangun hotel baru milik sendiri karena Hotel Indonesia Natour sudah menetapkan tidak akan membangun hotel baru pada tahun ini. Cara yang akan ditempuh adalah dengan mengelola hotel milik pihak lain.

Salah satu yang sedang dijajaki adalah pihak Angkasa Pura II untuk pengelolaan hotel di Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Rencananya, di sana akan ada dua hotel yang dibangun. “MoU-nya sudah ditandatangani pada pertengahan 2017. Kita persiapkan konsep dan rekomendasi hotel untuk di kawasan bandara karena hotel di bandara ada beberapa aturan, seperti kompor tidak bisa pakai gas, harus kompor listrik. Technical assistance sudah kita lakukan,” ujar Iswandi.

“Sekarang ini Angkasa Pura II sedang mencari kontraktor yang akan membangun hotel berdasarkan rekomendasi kita. Jumlah kamarnya 150 kamar. Kalau sudah jadi, baru nanti kita yang akan mengelola operasionalnya lagi,” ujar Iswandi.

Pada 2017, pendapatan usaha PT Hotel Indonesia Natour mengalami peningkatan cukup signifikan, dari Rp539 miliar pada 2016 menjadi Rp637 miliar pada 2017. “Target pendapatan tahun ini sebesar Rp730 miliar atau tumbuh 12 persen. Perkiraan laba bersihnya Rp8,7 miliar pada 2018,” ujar Iswandi Said, Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour.

PT Hotel Indonesia Natour menargetkan pada 2018 tingkat hunian di ke-14 hotel yang dimilikinya mencapai 72,8 persen, meningkat dari 67,1 persen pada 2017.