Ini Harga Untuk Miliki 1 Unit GeNose

Tuesday, 23 February 21 Bonita Ningsih

GeNose C19 telah dipastikan akan digunakan di lingkup pariwisata. Tak hanya di destinasi wisata saja, alat ini juga akan digunakan oleh para pelaku perhotelan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19.

Accor akan menjadi perusahaan pertama yang menyediakan GeNose C19 di lingkup hotelnya. Hal ini dibuktikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT AAPC Indonesia (Accor) dan Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia (RISTEK-BRIN) terkait kemitraan dalam promosi dan pemanfaatan produk riset dan inovasi untuk mendukung pemulihan ekonomi pada bidang jasa perhotelan.

“Terima kasih untuk Accor yang akan menggunakan alat ini di hotelnya. Dengan penggunaan GeNose ini diharapkan dapat membantu upaya pemulihan COVID-19 yang menjadi isu di seluruh dunia,” ungkap Bambang PS Brodjonegoro, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Menurut Bambang, ketersediaan GeNose di lingkup hotel dapat mengurangi risiko penyebaran COVID-19. Alat ini akan digunakan untuk screening semua karyawan hotel sebelum memulai pekerjaannya di depan umum. Dengan hasil yang negatif, dapat menumbuhkan rasa percaya bagi tamu yang ingin menginap atau sekadar berkunjung ke hotel jaringan Accor.

“Setiap tamu juga dianjurkan untuk melakukan tes GeNose ini sebagai langkah preventif sebelum memasuki area hotel,” Bambang menambahkan.

Adi Satria, Senior Vice President Operations and Government Relations Accor Indonesia dan Malaysia, mengatakan, Accor Indonesia telah memesan 100 unit GeNose C19 untuk digunakan di jaringan hotel yang berada di Jakarta dan Bali.

“Utamanya di dua daerah tersebut karena banyak jaringan hotel kami di sana. Dengan alat ini, kami dapat meningkatkan kepercayaan tamu karena sudah melalui hasil screening terhadap virus COVID-19,” ucap Adi.

Selain penggunaannya yang mudah, alat ini juga dipercaya dapat menghemat biaya operasional hotel selama pandemi. Bambang mengatakan, satu alat GeNose C19 ditawarkan dengan harga terjangkau, yakni Rp60 juta untuk 100.000 kali pemakaian. Pengguna GeNose hanya perlu menambah alat pendukung berupa kantong plastik khusus untuk melakukan tes screening.

“Ketersediaan plastik memang cukup penting di sini karena ini menjadi alat utama untuk menghasilkan embusan napas. Selain itu, setiap hotel juga perlu siapkan laptop untuk melihat hasil screening dari GeNose ini. Ke depannya, tim GeNose akan menyiapkan alat baru yang dapat digunakan sebagai alat pengganti laptop,” jelas Bambang.

Adi juga menilai, penggunaan GeNose dapat meringankan biaya operasional hotel dari segi penanganan COVID-19. Pasalnya, tes menggunakan GeNose jauh lebih murah ketimbang rapid test atau swab test.

“Selama pandemi ini, biaya operasional hotel-hotel kami lumayan tinggi, jadi dengan adanya alat ini dapat memudahkan bisnis kami. Semua pihak yang ada di lingkup hotel akan melakukan tes menggunakan alat ini,” Adi menambahkan.