Filipina, Venuemagz.com — Ekonomi sirkuler tidak hanya membentuk ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, tetapi juga mendorong pariwisata agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta berkontribusi untuk mengatasi tantangan lingkungan. Hal tersebut dikatakan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Puspa saat menutup penyelenggaraan Joint Commission Meeting untuk Komisi UN Tourism untuk Asia Timur dan Pasifik (CAP) dan Komisi UN Tourism untuk Asia Selatan (CSA) yang ke-37 di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, 16 April 2025.
Berdasarkan UN Environment Program dan UN World Tourism Organization, definisi dari pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism adalah kegiatan pariwisata yang bertanggung jawab terhadap dampak ekonomi saat ini dan di masa depan, serta dampak sosial dan lingkungan, yang membutuhkan bantuan dari para pengunjung, pelaku industri, serta komunitas dan lingkungan setempat.
Selain itu, pariwisata berkelanjutan juga merujuk pada aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial-budaya dari pengembangan pariwisata, serta keseimbangan di antara ketiganya harus tercipta agar sektor pariwisata bisa terus tumbuh dan bermanfaat dalam jangka panjang.
Pentingnya pariwisata yang berkelanjutan mendorong wisatawan untuk memilih aktivitas atau akomodasi yang mendukung praktik pariwisata berkelanjutan. Karena itu, sejumlah aktivitas wisata maupun akomodasi mulai menerapkan pariwisata berkelanjutan-bukan hanya untuk memikat tamu, tapi juga untuk menjaga Bumi.
Dalam rangkaian acara ASEAN Tourism Forum 2026 yang berlangsung pada 28-29 Januari 2026 di Cebu, Filipina, juga digelar acara penghargaan ASEANTA Tourism Excellence Awards 2026 yang berlangsung di Triton Ballroom Jpark Island Resort, 27 Januari 2026.
Acara tersebut digelar untuk memberikan penghargaan kepada para pelaku sektor pariwisata di Asia Tenggara yang telah menunjukkan komitmen dan kualitas terbaik. Dari sembilan kategori penghargaan yang diberikan, salah satunya adalah penghargaan BEST ASEAN Sustainability Program.
Penghargaan tersebut diterima oleh Sudamala Resorts, Indonesia, berkat upayanya untuk menghadirkan akomodasi berstandar internasional yang tetap mengedepankan unsur ramah lingkungan.

Pariwisata Berkelanjutan di Sudamala Resorts
Ditemui saat acara Travel Exchange (TRAVEX) ASEAN Tourism Forum 2026, I Wayan Suwastana, Commercial Director Sudamala Resorts, mengatakan, ada dua hal penting yang membuat Sudamala Resorts mendapat penghargaan tersebut.
Pertama adalah karena Sudamala Resorts sangat peduli terhadap lingkungan sekitar hotel. Kedua, Sudamala Resorts juga ingin tumbuh bersama dengan komunitas lokal di sekitar hotel.
Wayan menambahkan, salah satu contoh praktik berkelanjutan yang telah dijalankan adalah menggunakan energi terbarukan sebagai sumber listrik.
“Di Sudamala Resort Seraya, Flores, di sana 85 persen sudah menggunakan energi terbarukan menggunakan panel surya. Selain itu, kita juga melakukan restorasi terumbu karang. November kemarin sudah kita jalankan, dan targetnya bisa sampai 6 hektare untuk restorasi koralnya,” ujar Wayan.
Terdiri dari 480 panel surya dengan kapasitas 300 kWp dan didukung 770 kWh Battery Energy Storage System, instalasi ini bisa menghasilkan energi bersih sekitar 410.000 kWh setiap tahunnya, atau setara dengan pengurangan emisi karbon sekitar 370.000 kg.
Selain itu, hampir di semua resor Sudamala juga telah melakukan composting sampah organik dari dapur dan taman.
“Kami composting sampah tersebut untuk dikembalikan ke taman sebagai pupuk,” ujar Wayan.
Contoh lainnya, Sudamala Resort Sanur juga bekerja sama dengan NGO untuk menampung minyak bekas dari hotel maupun dari masyarakat. Nantinya, masyarakat akan mendapatkan imbalan rupiah dari minyak bekas yang ditukarkan. Minyak itu nantinya akan diolah menjadi avtur.
“Kita juga memberikan dukungan kepada English Goes to Kampung sebuah inisiatif yang dipelopori oleh Asti Kulla dan tim, untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris masyarakat Sumba,” ujar Wayan.

Wayan mengatakan, saat ini Sudamala Resorts memiliki lima properti, yakni Sudamala Resort Sanur, Sudamala Resort Seraya, Sudamala Resort Senggigi, Sudamala Resort Komodo, dan Amed Lodge by Sudamala Resorts.
“Kita juga lagi membangun di Ubud, yang rencananya akan buka tahun ini di bulan April atau Mei,” ujar Wayan. “Setelah di Ubud, kita akan bangun di Ruteng. Dan semuanya harus menerapkan sustainability.”





