Cebu, Venuemagz.com -Dalam kegiatan Media Briefing National Tourism Organization ASEAN Tourism Forum 2026, Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata Indonesia Ni Made Ayu Marthini menyatakan bahwa ASEAN merupakan mitra strategis bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia.
Dalam tiga tahun terakhir, ASEAN menjadi penyumbang wisatawan terbesar bagi Indonesia. Pada 2024, jumlah turis dari ASEAN ke Indonesia mencapai 4.303.772. Lalu, dari Januari hingga November 2025, jumlah wisatawan dari ASEAN mencapai 5,68 juta wisman, atau sekitar 40 persen dari total wisman yang datang ke Indonesia.
Malaysia, Singapura, dan Timor Leste menjadi penyumbang wisatawan terbesar dari ASEAN selama tiga tahun terakhir.
“ASEAN bukan hanya menjadi market terdekat, tapi juga menjadi jantung dari pertumbuhan pariwisata kami,” ujar Made.
Sepanjang 2025, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang mencapai 15,39 juta orang, atau naik 10,8 persen dibandingkan tahun 2024. Sementara, devisa pariwisata yang diterima sampai kuartal 3 2025, nilainya mencapai US$13,82 miliar.
Ke depannya, Indonesia menetapkan target kunjungan 16 juta sampai 17,6 juta wisman pada 2026, atau sama dengan pencapaian sebelum pandemi. Selain itu, target devisa pariwisata pada 2026 adalah US$22 miliar sampai US$24,7 miliar.
Untuk mencapai target tersebut, Indonesia akan fokus mengembangkan pariwisata berkualitas, memperkuat konektivitas di Asia Tenggara, serta menjalin kolaborasi lebih kuat dengan mitra di ASEAN.
Saat ini, sejumlah kota di Indonesia terhubung dengan banyak penerbangan langsung dari berbagai kota di ASEAN, antara lain dengan Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, Manila, Ho Chi Minh City, dan Hanoi. Karenanya, hal tersebut mendukung aksesibilitas yang mudah bagi wisatawan dari ASEAN.
Pada Travel Exchange (TRAVEX) ASEAN Tourism Forum 2026, Indonesia menampilkan upayanya untuk menghadirkan pariwisata yang berkualitas. Dengan tema “Go Beyond Ordinary”, stan Indonesia mengajak para pengunjung dan buyer untuk merasakan perjalanan yang autentik, mendalam, dan memiliki makna yang luas dibandingkan sekadar melihat-lihat.
Paviliun Wonderful Indonesia di TRAVEX ASEAN Tourism Forum 2026 mempromosikan empat pengalaman utama, yakni Gastronomi Tourism, Marine Tourism, Wellness Tourism, dan Muslim-Friendly Tourism.
Keempat pilar tersebut untuk mengakomodir perubahan perilaku wisatawan di ASEAN, termasuk cultural immersion, slow travel, penggunaan teknologi digital di sektor pariwisata, serta value-driven luxury.
Indonesia juga memperkenalkan MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia) sebagai salah satu komponen penting inisiatif Tourism 5.0. MaiA dapat diakses melalui portal indonesia.travel yang akan membantu para wisatawan dalam mencari destinasi pariwisata, mengatur jadwal perjalanan, serta menjelajah Indonesia dengan nyaman dan aman.
“MaiA lebih dari sekadar inovasi teknologi, tapi mencerminkan komitmen Indonesia untuk membangun ekosistem pariwisata yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan sekaligus menempatkan para wisatawan sebagai pusat transformasi pariwisata digital,” ujar Made.
ASEAN bukan hanya menjadi market yang penting bagi Indonesia, tetapi juga menjadi mitra jangka panjang, didukung oleh kebijakan pariwisata yang sejalan, komitmen pariwisata berkualitas, serta kolaborasi dalam hal rute pesawat, produk, dan aktivitas. Platform seperti TRAVEX ATF 2026 berperan penting dalam memperkuat sektor pariwisata di kawasan ini sekaligus membentuk masa depan pariwisata di ASEAN bersama-sama.




