Novotel dan Mercure Tawarkan Menu Buka Puasa Menarik

Tuesday, 07 May 19 Bonita Ningsih

Ramadan tahun ini, Hotel Mercure dan Novotel area Jakarta dan Tangerang menyuguhkan sajian buka puasa dengan beberapa variasi menu prasmanan dan ala carte. Penawaran ini merupakan sebuah rangkaian acara dari Culinary Journey yang dibuat oleh AccorHotels.

Ada tujuh hotel Mercure dan tiga Novotel yang akan menyajikan menu spesialnya saat bulan Ramadan. Novotel yang tergabung berasal dari Novotel Jakarta Gajah Mada, Novotel Jakarta Mangga Dua Square, dan Novotel Tangerang. Ketiga Novotel tersebut akan menyajikan Nasi Kabsa dan Arabic Mixed Grill sebagai menu andalan buka puasanya.

Nasi Kabsa adalah menu populer dari Timur Tengah yang dibuat dari nasi dan daging. Nama menu ini berasal dari kata dalam bahasa Arab kbs yang memiliki arti ‘tekan’, sesuai dengan teknik memasak dengan menekan bahan-bahan ke dalam sebuah wadah.

Adik Wahyudi, Executive Chef Novotel Jakarta Gajah Mada, mengungkapkan, pemilihan masakan khas Timur Tengah ini untuk memberikan pengalaman baru bagi tamu yang datang. Apalagi, Nasi Kabsa memiliki cara memasak yang unik sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

“Masak Nasi Kabsa ini unik, seperti ngaron nasi tapi lauknya ada di bawahnya. Jadi, nasinya itu ibarat diberi aroma dari ayamnya. Tapi, dalam penyajiannya tetap menaruh daging yang utuhnya di atas nasi,” ujar Adik.

Sedangkan untuk Arabic Mixed Grill menggunakan beberapa daging, seperti kambing, sapi, dan ayam, yang disajikan seperti sate. Ada pula yang dibentuk bulat-bulat seperti perkedel agar lebih bervariasi.

Sementara itu, tujuh Hotel Mercure yang tergabung berasal dari Mercure Convention Center Ancol, Mercure Jakarta Cikini, Mercure Jakarta Kota, Mercure Jakarta Pantai Indah Kapuk, Mercure Jakarta Sabang, Mercure Jakarta Simatupang, dan Mercure Serpong Alam Sutera. Ketujuh hotel tersebut akan menyiapkan menu buka puasa khas Indonesia, yakni Nasi Uduk Ramean dan Sop Buntut Batok Kelapa (BBK). Hal ini sejalan dengan filosofi Hotel Mercure yakni lebih menonjolkan masakan lokal dibanding masakan internasional.

Nasi uduk merupakan nasi khas Jakarta yang menggunakan santan. Disajikan dengan bermacam jenis lauk, seperti telur, tempe, ayam, cumi, ayam, daging empal, kerupuk, dan sambal.

“Kita namakan Nasi Uduk Ramean karena banyak menu pendampingnya. Jadi, setiap orang bebas memilih lauk yang mereka suka. Misal, ada yang alergi telur atau seafood, bisa memilih ayam,” kata Gunawan Widodo, General Manager Mercure Jakarta Sabang.

Sop BBK menjadi menu ala carte yang disediakan Mercure dan menjadi menu istimewa di sana. Biasanya, sop buntut hanya disajikan di mangkok biasa, namun di sini disediakan di dalam batok kelapa. Menu ini merupakan sebuah kreativitas dan inovasi dari para chef yang ada di Hotel Mercure area Jakarta dan Tangerang.

“Kalau dilihat selintas pasti orang mikirnya itu es kelapa, padahal di dalamnya itu sop buntut. Penggunaan batok kelapa ini juga sebagai bentuk untuk memanfaatkan bahan-bahan lokal, tapi tetap dengan pilihan buntut yang kualitas premium,” ujar Gunawan.

Daging buntut sapi digoreng, dipanggang, atau direbus, lalu disajikan dengan sup sayur dengan berbagai bumbu. Uniknya lagi, Sop BBK menyajikan kuah dengan sentuhan santan di dalamnya. Ini akan membuat rasa yang lebih nikmat dan menjadi pengalaman makan yang unik bagi tamu yang datang.

“Biasanya kuah sop buntut itu bening, kali ini kita buat pakai santan karena kelapa identik dengan santan. Kita juga menyajikan sop BBK ini dengan segelas es kelapa yang airnya berasal dari batok kelapa yang menjadi wadah sop buntut,” ujar Gunawan.

Menu-menu tersebut ditawarkan Novotel dan Mercure area Jakarta dan Tangerang dengan harga bervariasi, mulai dari Rp154.000 hingga Rp286.000 per orang.