PSBB Dilonggarkan, Bisnis RedDoorz Meningkat 40 Persen

Monday, 12 October 20 Bonita Ningsih
RedDoorz

Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta pada awal pandemi COVID-19, memberikan dampak buruk terhadap bisnis pariwisata, termasuk perhotelan. Imbauan untuk tidak beraktivitas di luar rumah dan menghindari keramaian membuat tingkat hunian hotel menurun pada saat itu.

Namun, saat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB transisi, bisnis hotel perlahan kembali bangkit. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah pemesanan kamar melalui RedDoorz yang dikenal sebagai platform pemesanan dan manajemen hotel daring di Asia Tenggara.

Sandy Maulana, Country Marketing Director RedDoorz, mengatakan, setelah PSBB transisi dijalankan, sudah mulai ada peningkatan bisnis di RedDoorz. Menurutnya, telah terjadi peningkatan pemesanan sebesar 40 persen dibandingkan saat awal pandemi masuk ke Indonesia.

Berdasarkan analisis tim RedDoorz, peningkatan tersebut terjadi karena masyarakat telah jenuh dengan kegiatan di rumah saja dan membutuhkan suasana baru usai PSBB dilonggarkan. Saat itu, fungsi hotel tidak hanya sebagai tempat menginap atau staycation, tetapi juga dijadikan tempat untuk bekerja.

“Saat PSBB, banyak masyarakat yang melakukan Work From Home (WFH). Saat PSBB transisi, banyak dari mereka yang menginginkan suasana baru saat WFH sehingga memilih untuk bekerja di hotel kami,” ujar Sandy.

Peningkatan bisnis ini tidak terlepas dari program HygienePass yang dimiliki RedDoorz. Melalui program tersebut, masyarakat akan merasa terjamin tentang kebersihan, sanitasi, hingga higienitas akomodasi yang tergabung di dalam RedDoorz.

“Kami akan terus memerhatikan tentang protokol kesehatan dan kebersihan di semua akomodasi kami, khususnya bagi hotel-hotel yang telah lulus sertifikasi dari ahlinya,” dia menambahkan.

Kendati sempat mengalami peningkatan bisnis, pemesanan hotel sempat kembali menurun saat Pemprov DKI Jakarta melakukan PSBB jilid dua awal September 2020. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama lantaran di akhir September telah terjadi lonjakan pemesanan melalui platform RedDoorz.

“Awalnya memang terpengaruh, tetapi di akhir September kemarin kami melihat ada peningkatan pemesanan kamar hingga 20 persen dibanding minggu pertama PSBB yang sempat dijalankan kembali,” jelasnya lagi.