“Jadi, ada co-living di area terbuka yang fungsinya untuk berkumpul satu sama lain antar-penghuni kamar. Mereka bisa menonton televisi, makan, dan bermain game bersama. Jadi, kita ingin mereka bisa saling berkomunikasi,” kata Adil.
Hunian yang tergabung di KoolKost dipilih secara teliti berdasarkan kriteria yang ditentukan. Dengan menggunakan RedEagle, alat pendeteksi dan pengakuisisi properti, perusahaan dapat mengidentifikasi properti yang tepat sesuai dengan parameter yang dibuat. Hingga saat ini, KoolKost telah mengoperasikan lebih dari 100 jaringan properti kos di 14 kota yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Mereka harus memiliki Wi-Fi, personal wardrobe, regular weekly cleaning, free drinking water, dan white linen. Itu semua merupakan syarat utama jika ingin bergabung di KoolKost,” jelas Adil.
Untuk menikmati layanan dari KoolKost, penyewa dapat mengakses website atau aplikasi khusus RedDoorz. Di sana akan muncul informasi mulai dari cara menyewa kos, fasilitas yang didapat, hingga penawaran harga. Saat ini, harga yang ditawarkan untuk menyewa KoolKost mulai dari Rp3 juta hingga Rp6 juta per bulan.
“Saat ini memang kita masih gabung dengan aplikasi RedDoorz untuk memesannya. Tetapi, pada Maret 2020 kita akan membuat aplikasi dan website tersendiri untuk KoolKost,” Adil menambahkan.





