Hadir di tengah kawasan segitiga emas bisnis daerah Gatot Subroto, Mercure Jakarta Gatot Subroto menjelma sebagai salah satu hotel terkemuka di daerahnya. Dengan letaknya yang strategis, hotel ini telah menyiapkan fasilitas dan pelayanan terbaik untuk mengadakan kegiatan bisnis di sana.
Hotel yang baru beroperasi pada 17 Maret 2019 ini memiliki 13 ruang pertemuan yang berada di dua lantai berbeda. Lima ruang pertemuan berada di lantai dua, dan sisanya berada di lantai tiga. Setiap ruang pertemuan memiliki kapasitas yang berbeda-beda, mulai dari 20 hingga 85 tamu di dalamnya.
“Beberapa meeting room kita juga bisa di-breakout agar dapat menampung tamu lebih banyak lagi,” ungkap Feby Dilliawan, Cluster Marketing Communication Manager Mercure Jakarta Gatot Subroto.
Setiap ruang pertemuan memiliki desain modern kontemporer dengan meletakkan jendela besar di sisi ruangannya. Hal ini dilakukan untuk memanfaatkan cahaya dari luar jendela sehingga membuat ruangan menjadi terang secara alami.
“Jadi, dengan jumlah jendela yang banyak serta berukuran cukup besar, kita mendapatkan natural light yang luar biasa. Selain itu, jendela-jendela besar ini juga dapat memberikan keleluasaan para tamu/peserta pertemuan untuk dapat melihat pemandangan kota Jakarta yang menawan dan menginspirasi,” ujar Feby.
Selain ruang pertemuan, desain serupa juga digunakan untuk ballroom yang berada di lantai dua hotel. Dengan luas 356 meter persegi, ballroom ini dapat menampung hingga 300 orang.
Dikenal sebagai hotel yang mengusung konsep discover local, ruang pertemuan dan ballroom di Mercure Jakarta Gatot Subroto menggunakan nama-nama daerah di Indonesia, semisal ruang pertemuan Sumatra, Sulawesi, Aceh, Kalimantan, Bali, Lombok, Timor, Bangka, dan juga Papua. Sedangkan, nama ballroom yang digunakan mengambil nama daerah Jawa.
“Selain menggunakan nama-nama daerah di Indonesia, unsur lokal yang kita gunakan di sini ialah penggunaan karpet dari batik,” Feby menambahkan.
Penggunaan ruang pertemuan di era kenormalan baru ini juga dilakukan dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang secara ketat dan disiplin. Kapasitas tamu dari masing-masing ruang pertemuan juga dibatasi hingga 50 persen dari kapasitas saat kondisi normal.
Meskipun kondisi belum kembali normal, okupansi yang diperoleh dari ruang meeting saat ini sudah mencapai 100 persen. Bahkan, hotel yang terkategorikan mid-scale ini harus membuka ruang meeting tambahan yang berada di Flora Restaurant.
“Selama pandemi transisi ini, ruang meeting kita full dengan acara-acara dari pemerintahan. Pasar korporat masih belum banyak untuk saat ini, padahal sebelumnya yang paling banyak menggunakan ruang meeting kita itu korporat,” ucapnya lagi.
Saat menggunakan ruang pertemuan, pihak hotel akan memberikan fasilitas berupa Wi-Fi dengan kecepatan tinggi, proyektor portabel, layar, sound system, area untuk merokok, dan juga area pre-function. Selain itu, khusus di lantai tiga tersedia ruang ibadah khusus umat muslim.
Tingkat Hunian Ruang Pertemuan di Mercure Jakarta Gatot Subroto Mencapai 100 Persen






KOMENTAR
0