Agar Konten Bisnis Menjadi Favorit

Tuesday, 13 July 21 Venue

Saat ini, setiap bisnis sudah mulai berbentuk digital. Toko yang awalnya dibuka offline mau tak mau perlu dipasarkan online jika ingin berkembang semakin luas dan tak ditinggalkan karena akses yang sulit. Salah satu platform yang banyak digunakan dan cukup efektif dalam menarik pelanggan adalah media sosial seperti Facebook dan Instagram. Malahan sekarang ada tab khusus di Instagram untuk berbelanja yang menggantikan tab notifikasi.

“Dengan fitur-fitur yang makin canggih, banyak juga yang tertarik untuk berlomba mencari banyak pengikut untuk akhirnya jadi pelanggan,” kata Tiurida Lily Anita, Faculty Member at Binus University & Assesor Hotel and Restaurant at BNSP, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (12/7/2021).

Namun, lanjut dia, hal tersebut hanya bisa diraih jika mengetahui teknik-tekniknya. “Ternyata enggak bisa asal unggah foto produk aja,” ujar dia.

Menurutnya, terdapat hal-hal yang seharusnya dilakukan atau malah dihindari agar konten bisnis bisa lolos dan jadi favorit. Hal-hal itu, yaitu:

BACA JUGA:   Ide Bisnis untuk Desain Grafis

•            Tujuan utama membuat media sosial mungkin memang untuk promosi tapi jangan mengabaikan audiens yang bisa diajak berinteraksi.

•            Membuat portofolio produk yang menarik perlu dilakukan, tapi kalau kegiatan hanya mengirim gambar dan deskripsi saja tanpa membalas interaksi yang sudah dilakukan audiens maka justru akan merugikan. Interaksi personal yang terjadi di unggahan selain bisa meningkatkan engagement yang akan membuat performa akun semakin bagus juga bisa digunakan sebagai sarana untuk mendapatkan insight langsung dari konsumen untuk meningkatkan produk.

•            Buatlah jadwal mengunggah konten dan lakukan secara disiplin. Mungkin ada waktu-waktu tertentu di mana ide untuk membuat konten sedang sangat banyak namun di waktu yang lain tiba-tiba ide menguap. Maka akan terjadi inkonsistensi pada unggahanmu. Untuk mengatasinya maka kamu bisa menjadwalkan dengan tools yang kini sudah banyak tersedia. Akan lebih baik kalau menjadwalkannya dengan tema spesifik, misalnya sehari mengunggah 4 foto produk dan 2 tips.

•            Jangan hanya mengunggah konten produk tapi juga konten bermanfaat untuk audiens. Jika ingin menambah pengikut dan menarik mereka menjadi seorang pembeli lalu berubah jadi pelanggan setia, maka media sosial sebaiknya bukan hanya digunakan untuk mengunggah konten berupa produk saja tapi juga konten penuh insight yang akan membuat para pengikut betah mengikuti akunmu. Walaupun mungkin awalnya belum membeli namun keberadaan followers tersebut akan menaikkan tingkat kepercayaan orang terhadap brand milikmu.

BACA JUGA:   Ketergantungan Gen Z Pada Media Sosial

•            Buat audiens betah dengan gambar yang enak dilihat. Walaupun konten kebanyakan isinya tulisan namun gambar sebagai latar belakang, pemilihan font, hingga lay out juga tetap harus diperhatikan. Buat audiens merasa senang dan nyaman saat melihat unggahan tersebut. Jika berhasil memberikan informasi bermanfaat dengan visual yang bagus bisa jadi konten tersebut di-repost mereka yang sekaligus akan mempromosikan brand-mu secara tak langsung.

•            Hal yang haram dilakukan adalah menjiplak konten atau menggunakan gambar secara ilegal untuk beriklan. Kasus penggunaan desain secara ilegal sudah banyak menjerat banyak pihak mulai dari content creator hingga brand. Jika kejadian tersebut menimpamu maka pengaruhnya terhadap brand akan sangat besar. Bisa membuat pelanggan kehilangan kepercayaan. Jika memang perlu gambar dan belum bisa memproduksi sendiri maka akan lebih baik menggunakan desain gratisan di berbagai layanan penyedia gambar dan desain.

BACA JUGA:   Temukan Manfaat Digitalisasi

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).