Agar Terhindar Dari Risiko, Pahami Tantangan Dunia Digital

Tuesday, 30 November 21 Venue

Saat ini anak-anak bertumbuh di dunia digital sehingga penting untuk mereka memahaminya. Pasalnya, menurut Agung Gita Subakti, Lecturer Specialist S2 Universitas Bina Nusantara, banyak kegiatan sekarang yang mengandalkan gawai.

“Bahkan di tengah pandemi seperti saat ini, dunia digital menjadi andalan untuk melakukan segala kegiatan salah satunya untuk belajar,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Senin (29/11/2021).

Agung mengatakan, gawai menjadi satu kebutuhan tersendiri untuk anak di tengah pandemi seperti ini. Pasalnya sekolah dari rumah membuat mereka mengandalkan gawai untuk belajar, mengirim tugas, hingga berkomunikasi baik dengan guru ataupun temannya. “Tetapi sebagai orangtua perlu tahu tantangan dunia digital agar bisa terhindar dari risikonya,” ujar dia.

BACA JUGA:   Agar Tidak ‘Buta’ dengan Manfaat Investasi

Dalam dunia digital, kata Agung, literasi digital sangatlah penting. Pentingnya literasi digital ini berguna agar anak tidak terjerumus sehingga mengakses hal-hal yang tidak pantas. “Literasi digital ini penting untuk dilakukan baik oleh orangtua ataupun anak,” ujarnya.

Menurut Agung, bisa lakukan digital parenting dengan menggabungkan pola pengasuhan konvensional yang diadaptasi dengan cara digital. Namun, lanjut dia, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam digital parenting untuk menghadapi dunia digital. Tantangan pertama yaitu perlunya keberanian untuk melawan arus.

“Beberapa penelitian berbicara bahwa 10-15 tahun ke depan anak-anak kita nanti profesi yang kita hadapi sekarang sudah berganti dikerjakan oleh robot untuk mengantisipasi dengan hal tersebut anak kita harus mengembangkan keterampilan melalui sarana digital,” ujar dia. Dengan begitu, lanjut Agung, penting untuk orangtua mulai mengenalkan anak dengan dunia digital agar bisa beradaptasi dengan profesi di masa yang akan datang.

BACA JUGA:   Konsumsi Medsos Masyarakat Indonesia Meningkat

Agung mengatakan, tantangan selanjutnya yaitu terkait biaya. Untuk memiliki gawai tentunya perlu biaya. “Kita tahu di zaman Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) ini pembelajaran jarak jauh ini banyak orangtua menjerit karena butuh gawai hingga pulsa,” katanya.

Tantangan terakhir menurut dia yaitu screen time atau batasan penggunaan gawai. Jangan sampai niat agar anak beradaptasi dengan dunia digital malah berujung kecanduan gawai. “Jangan jadinya digital sebagai baby sitternya anak kalau orangtuanya lelah pelariannya digital itu bukan sebuah lingkungan digital yang baik untuk dijalankan dalam keluarga,” ujar Agung.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Manfaat dan Risiko Media Digital pada Anak

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).