BerandaLiterasi DigitalAnak Terpapar Pornografi, Begini Cara Mengatasinya

Anak Terpapar Pornografi, Begini Cara Mengatasinya

Published on

spot_img

Pornografi tumbuh karena banyak hal. Seperti perkembangan teknologi informasi komunikasi, keterbukaan politik, perubahan budaya, ketiadaan penegakan hukum, juga nilai ekonomi. Undang-undang Pornografi tahun 2008 menyebutkan, pornografi bisa tersaji dalam gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya.

“Karena banyak faktor sehingga ini bisa berbahaya sekali terutama bagi anak-anak,” kata Hj. Titik Sudarti S.Pd.,M.Pd, Ketua Tim Penggerak PKK Kab Magetan & Bunda Literasi Kab Magetan dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (2/7/2021).

Titik mengatakan, terdapat tanda-tanda ketika anak sudah terpapar atau kecanduan pornografi. Di antaranya suka menyendiri, bicara tidak melihat mata lawan bicara, prestasi di sekolah menurun, suka bicara jorok, berlaku jorok menarik tali bra dan menyenggol dengan sengaja, serta banyak buang air kecil. Menurutnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut.

“Penanganan adiksi pornografi ini kebanyakan berbasis otak karena memang mereka merusak otak. Pertama menghindari pemicu adiksi seperti menonton video, game, junk food, gambling, medsos, acara TV. Mulai dikurangi dan dijauhkan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Bijak Berinternet Agar Tidak Kecanduan

Lalu, lanjutnya, mulai mengalihkan dengan pelajari hal baru terkait hobi, ide kreatif dan hal yang bertujuan daripada sekadar pemuasan jangka pendek. Misalkan diskusi dengan orang lain, setting ruang kerja, berkunjung ke keluarga, banyak komunikasi dengan orang secara langsung.

Penguatan fungsi eksekutif seperti pendidikan berbasis agama, beribadah, zikir, dan relaksasi akan mengoptimalkan kerja otak frontal sebagai fungsi kontrol diri. Orangtua juga harus menjadi model yang baik bagi anak.

Membantu anak meningkatkan regulasi diri dan tingkah laku prososial. Bersikap hangat dan suportif, membangun hubungan yang responsif, membantu anak memahami perasaan orang lain, dan menggunakan logika dan persuasi agar anak mau mengikuti aturan. Mencontohkan perilaku peduli dan perhatian pada orang lain.

Selain itu, kata dia, remaja juga dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Remaja dengan orangtua yang menekankan kontrol dan menolak mendengar pendapat anak, cenderung menjadi sangat berorientasi pada teman sebaya.

BACA JUGA:  Gunakan Software Agar tak Kehilangan Data

Titik juga mengingatkan, agar mengatasi stres yang muncul dikarenakan kemungkinan kambuh kembali. Exercise sebagai beneficial stressor dan mood regular, peningkatan dopamin, meningkatkan percaya diri, fitness dan perbaikan fungsi seksual. Rekresasi dan menikmati alam bisa memunculkan kreativitas, insight dan pemecahan masalah. “Bisa juga sekadar berjalan di taman kota,” ujarnya.

sosialisasi dengan lingkungan yang baik, lanjut Titik, juga diperlukan, karena isolasi membuat kita tertekan.

“Tips lain untuk orangtua dan pengajar, pahami keunikan perkembangan remaja, komunikatif efektif dua arah dipupuk sejak dini. Buat kontrak pemakaian internet dengan anak, buat sistem hadiah yang efektif. Yang juga penting adalah pemilihan lingkungan sosial dan pendidikan yang baik. Karena saat kita memilih sekolah anak artinya kita membeli juga lingkungannya,” kata Titik.

Pengaruh pornografi, menurutnya, sekarang ini sangat sulit dihindari. Dengan smartphone anak merasa sudah menguasai dunia. “Kita minimalkan dengan berbagai upaya kreatif disesuaikan dengan situasi dan kondisi.”

Data menyebutkan konsumsi pornografi pada lelaki 94.6% dan perempuan 74.4%. Sementara pria sudah terpapar pada usia 14.4 tahun sementara wanita 16,1 tahun. Data Supriati dan Fikawati (2009) menyebutkan sebanyak 83% dari 395 anak SMP telah terpapar pornografi.  Ada sebanyak 420 juta halaman di internet dan 12% dari total website mengandung unsur pornografi. Sebanyak 80% anak usia 15 -17 tahun mengakses pornografi. Konten porno 90% dibuat oleh mahasiswa dan pelajar sementara tren pelakunya semakin muda.

BACA JUGA:  Bercanda Kedok dari Perundungan

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

spot_img
spot_img

Megabuild, Keramika, dan Megaproperty 2026, Tiga Ekosistem Industri Satu Expo

Jakarta, Venuemagz.com -  Ribuan profesional memadati lantai pameran konstruksi di NICE PIK 2 sejak...

Bali Menjadi Tuan Rumah Asian Open Water Swimming Championship 2026

Jakarta, Venuemagz.com -- Untuk pertama kalinya Indonesia akan menjadi tuan rumah pelaksanaan lomba renang...

Satu Dekade INDOFEST: Gen Z Bawa Harapan Baru Wisata Petualangan

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) 2026 kembali hadir sebagai pameran perlengkapan kegiatan...

ArtMoments Jakarta 2026: Panggung Lintas Budaya yang Membawa Seni Lokal ke Kancah Global

Jakarta, Venuemagz.com - ArtMoments Jakarta resmi dibuka pada tanggal 4 dan berakhir 7 Juni...

Megabuild, Keramika, dan Megaproperty 2026, Tiga Ekosistem Industri Satu Expo

Jakarta, Venuemagz.com -  Ribuan profesional memadati lantai pameran konstruksi di NICE PIK 2 sejak...

Bali Menjadi Tuan Rumah Asian Open Water Swimming Championship 2026

Jakarta, Venuemagz.com -- Untuk pertama kalinya Indonesia akan menjadi tuan rumah pelaksanaan lomba renang...

Satu Dekade INDOFEST: Gen Z Bawa Harapan Baru Wisata Petualangan

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) 2026 kembali hadir sebagai pameran perlengkapan kegiatan...