Antisipasi Peretas, Begini Cara Bikin Sandi yang Kuat

Friday, 23 July 21 Venue

Salah satu kunci keamanan online adalah memiliki kata sandi atau password yang kuat. Namun, sebagian besar pengguna sulit membuat kata sandi berbeda yang tepat, dan mengingatnya dengan benar.

“Kata sandi yang lemah adalah kata sederhana yang dapat ditemukan di kamus atau frasa sederhana dan umum digunakan seperti password123,” ujar Didin Miftahudin, Founder Gmath Pro, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (22/7/2021).

Kata sandi, kata Didin, merupakan hal yang penting. Alasannya, jika data pengguna disusupi, kata sandi yang lemah bisa menimbulkan konsekuensi serius seperti pencurian identitas.

Hacker, lanjutnya, sebenarnya memiliki daftar panjang kata sandi yang paling umum digunakan orang lain. Ada beberapa metode umum yang digunakan hacker untuk memecahkan kata sandi dan mereka cenderung lebih berhasil pada kata sandi yang pendek dan sederhana.

BACA JUGA:   Memanfaatkan Digitalisasi dengan Maksimal

Didin mengakui, kata sandi atau password kadang-kadang memang membingungkan, terutama jika memiliki banyak akun yang berbeda. Untuk itu, diperlukan kata sandi yang kuat agar sulit diretas oleh hacker. Secara umum, semakin panjang dan semakin kompleks kata sandi maka akan semakin kuat.

Menurutnya, terdapat beberapa cara membuat kata sandi atau password yang kuat agar aman dari peretas, yaitu:

  • Membuat password yang panjang. Semakin panjang kata sandi maka semakin sulit untuk diretas.
  • Gunakan kombinasi huruf besar, kecil, angka, dan simbol.
  • Dapat menggunakan pengelola kata sandi agar tidak repot-repot mengetikkannya kembali, tetapi kata sandi harus diingat atau bisa disimpan di folder yang aman.
  • Jangan pernah menggunakan secara berulang-ulang kata sandi di akun berbeda.
  • Jangan gunakan pengganti simbol, seperti simbol @ untuk huruf A. Penggunaan simbol ini mudah ditebak oleh alat peretasan hacker, dan
  • Jangan gunakan kata atau frasa umum seperti ‘password‘ atau ‘qwerty’ atau kata sandi yang memiliki hubungan pribadi seperti nama anggota keluarga.
BACA JUGA:   Menyeimbangkan Kehidupan Riil dan Dunia Maya

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).