BerandaLiterasi DigitalBimbing Anak dengan Pengetahuan Literasi Digital

Bimbing Anak dengan Pengetahuan Literasi Digital

Published on

spot_img

Masa Pandemi Covid-19 memaksa anak mendapatkan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) atau secara dalam jaringan (daring/online). Selain itu, peraturan yang meminta masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar rumah membuat kegiatan pun menjadi terbatas. Berselancar di dunia maya melalui internet menjadi pilihan banyak orang untuk mengusir kebosanan selama berada di rumah. Termasuk anak.

Orangtua perlu memahami aktivitas apa saja di internet yang mungkin akan berbahaya terhadap anak, dengan konsekuensi logisnya, untuk mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah yang berhubungan dunia digital. Anak meski mudah menyerap teknologi, namun orangtua harus terus belajar memahaminya juga.

BACA JUGA:  Benteng Penangkal Paham Radikalisme, Terorisme, dan Separatisme

“Oleh sebab itu orangtua harus belajar literasi digital agar bisa jadi pembimbing anak,” kata Fiona V Damanik, Psikolog dan Konseler Universitas Multimedia Nusantara saat webinar Literasi Media wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, Selasa (29/6/2021).

Orangtua, lanjut Fiona, harus memahami dulu kondisi pandemi yang memang tidak biasanya, merupakan kondisi sedang melawan keberadaan virus. Sehingga orangtua tidak perlu menekan diri pada keadaan. Orangtua perlu mengetahui kondisi dirinya sebab keadaan orangtua seperti kestabilan emosi, kestabilan ekonomi, serta kesehatannya menjadi kunci penting melindungi anak termasuk pengetahuannya akan teknologi yakni literasi digital.

BACA JUGA:  Agar Anak Tetap Aman di Internet

“Pertama kalinya dalam sejarah umat manusia bahwa generasi anak-anak telah melampaui orangtua mereka dalam kemampuan teknologi,” kata Fiona.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:  Dua Hal Agar UMKM Go International

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Membuka Jalan Baru Bagi Anak Pejuang Kanker untuk Terus Meraih Mimpi

Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia hadir untuk membantu membuka jalan baru agar anak pejuang...

ITE HCMC 2026 Marks 20 Years of Growth, Reinforcing Its Position As A Leading Regional International Tourism Trade Event

Ho Chi Minh City, Venuemagz.com - The 20th Ho Chi Minh City International Travel...

LOALOA Culture & Dining Show, Destinasi Incentive Trip Unik di Ho Chi Minh City

Vietnam, Venuemagz.com – Popularitas Vietnam terus melambung di dunia pariwisata global, khususnya di kawasan...

Angsana Bogor Gunung Geulis Hadirkan Pengalaman Menginap yang Menyegarkan

Bogor, Venuemagz.com – Angsana, bagian dari Banyan Group, memperkenalkan Angsana Bogor Gunung Geulis yang...

Membuka Jalan Baru Bagi Anak Pejuang Kanker untuk Terus Meraih Mimpi

Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia hadir untuk membantu membuka jalan baru agar anak pejuang...

ITE HCMC 2026 Marks 20 Years of Growth, Reinforcing Its Position As A Leading Regional International Tourism Trade Event

Ho Chi Minh City, Venuemagz.com - The 20th Ho Chi Minh City International Travel...

LOALOA Culture & Dining Show, Destinasi Incentive Trip Unik di Ho Chi Minh City

Vietnam, Venuemagz.com – Popularitas Vietnam terus melambung di dunia pariwisata global, khususnya di kawasan...