Bimbing Anak dengan Pengetahuan Literasi Digital

Thursday, 01 July 21 Venue

Masa Pandemi Covid-19 memaksa anak mendapatkan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) atau secara dalam jaringan (daring/online). Selain itu, peraturan yang meminta masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar rumah membuat kegiatan pun menjadi terbatas. Berselancar di dunia maya melalui internet menjadi pilihan banyak orang untuk mengusir kebosanan selama berada di rumah. Termasuk anak.

Orangtua perlu memahami aktivitas apa saja di internet yang mungkin akan berbahaya terhadap anak, dengan konsekuensi logisnya, untuk mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah yang berhubungan dunia digital. Anak meski mudah menyerap teknologi, namun orangtua harus terus belajar memahaminya juga.

BACA JUGA:   Melindungi Anak di Ranah Daring

“Oleh sebab itu orangtua harus belajar literasi digital agar bisa jadi pembimbing anak,” kata Fiona V Damanik, Psikolog dan Konseler Universitas Multimedia Nusantara saat webinar Literasi Media wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, Selasa (29/6/2021).

Orangtua, lanjut Fiona, harus memahami dulu kondisi pandemi yang memang tidak biasanya, merupakan kondisi sedang melawan keberadaan virus. Sehingga orangtua tidak perlu menekan diri pada keadaan. Orangtua perlu mengetahui kondisi dirinya sebab keadaan orangtua seperti kestabilan emosi, kestabilan ekonomi, serta kesehatannya menjadi kunci penting melindungi anak termasuk pengetahuannya akan teknologi yakni literasi digital.

BACA JUGA:   Lakukan dan Hindari Ini di Media Sosial

“Pertama kalinya dalam sejarah umat manusia bahwa generasi anak-anak telah melampaui orangtua mereka dalam kemampuan teknologi,” kata Fiona.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Perlindungan Data Pribadi Penting Dilakukan

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).