Cara Melatih Digital Skill

Saturday, 10 July 21 Venue

Indonesia seakan mengalami percepatan digital karena adanya Pandemi Covid-19. Masyarakat dituntut untuk membiasakan diri melakukan kegiatan atau pekerjaan secara digital.

Selama pandemi, juga muncul tren pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah. Di antaranya adalah copywriter, content writer, web designer, UI/UX Designer, UX Writer, UX Researcher, digital marketing, SEO specialist, social media strategist, dan sebagainya. Semua itu banyak menggunakan platform digital untuk bekerja dan digital skills.

“Tren pekerjaan tersebut seluruhnya memerlukan digital skills. Ini artinya, sudah saatnya kita melek digital dan paham mengoperasikannya agar bisa bersaing di kirisis pandemi ini,” kata Fannisa Liviarda, Social Media & Creative Digital, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (8/7/2021).

Fannisa mengatakan, membangun digital skills dapat dilakukan dengan pendidikan formal dan non-formal dengan kuliah atau mengambil kursus. “Untuk melatih digital skills, kita juga dapat mulai melalui platform media sosial dengan menganalisis fitur-fitur yang ada.”

BACA JUGA:   Belajar Copywriting Dari Media Sosial

Kemudian, lanjut dia, dapat mengikuti akun yang membagikan ilmu mengenai digital skills tersebut di media sosial. Mengikuti webinar untuk menambah pengetahuan, serta dapat menonton YouTube atau mendengarkan podcast yang membahas digital skills.

Manfaat menambah digital skills di bidang pekerjaan, kata Fannisa, di antaranya mendapat peluang kerja yang lebih besar karena memiliki kemampuan lebih. Selain itu, mengikuti perkembangan pekerjaan yang sedang tren. Menjadi serba tahu, dalam artian penggunaan aplikasi, cara kerja, dan sebagainya yang tentu memudahkan. Memulai bisnis baru, jika ingin terjun ke dalam bisnis online. “Maka, penjual harus memahami dulu bagaimana menggunakan platform digital tersebut,” ujar dia.

BACA JUGA:   Cara Melindungi Diri dan Orang Lain Dari Risiko Dunia Online

Pandemi, kata dia, mengakibatkan hal-hal tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan. Sebesar 29 juta orang terkena dampak pandemi. Pengangguran bertambah sebanyak 3,7 juta. Faktor penyebab banyaknya orang tidak bekerja di masa pandemi adalah PHK massal, meningkatnya angkatan kerja, dan skills gap.

“Perusahaan besar dan kecil itu enggak siap menghadapi pandemi, itu kan bisa dibilang secara tiba-tiba ya,” ujar Fannisa. Adanya efektivitas biaya dan tenaga mengakibatkan PHK massal. “Sekarang harus serba online. Penyebabnya juga angkatan kerja yang meningkat, persaingan juga semakin ketat. Kemudian skills gap, yaitu kesenjangan yang dibutuhkan perusahaan dan yang dimiliki oleh pekerja. Saat ini pekerja juga dituntut serba online. Maka dari itu, kita harus menaikkan kemampuan digital,” tuturnya.

BACA JUGA:   Menghadapi Perubahan Dunia Dengan Keterampilan

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).