BerandaLiterasi DigitalAgar Tidak Terjebak, Begini Ciri-ciri Pinjol Ilegal

Agar Tidak Terjebak, Begini Ciri-ciri Pinjol Ilegal

Published on

spot_img

Pinjaman online ilegal atau pinjol ilegal marak ditawarkan ke masyarakat. Dengan iming-iming pinjaman cepat cair dan mudah, membuat masyarakat harus ekstra hati-hati jika tidak ingin dirugikan.

“Agar tidak terjebak dengan pinjol ilegal, masyarakat harus mengenali macam-macam modusnya,” kata Addin Aditya, Dosen dan Koordinator Penelitian dan Pengabdian STIKI Malang, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (06/10/2021).

Beberapa modusnya, kata dia, adalah melakukan penawaran melalui SMS atau WhatsApp, menggunakan nama produk yang mirip dengan financial technology (fintech) lending legal, dan langsung mentransfer uang ke korbannya.

BACA JUGA:  Cara Gaet Konsumen dengan Copywriting

“Selain itu, masyarakat juga harus mengenali ciri-ciri pinjaman online ilegal agar tidak terjerat,” kata Addin. Menurut dia, terdapat ciri-ciri pinjaman online illegal yang harus diwaspadai, yaitu:

  • Pinjol ilegal kerap melakukan penawaran melalui SMS spam.
  • Fee atau biaya untuk mendapatkan pinjaman sangat tinggi bisa mencapai 40% dari jumlah pinjaman.
  • Suku bunga dan denda sangat tinggi, bisa mencapai 1-4% per hari.
  • Jangka waktu pelunasan sangat singkat tidak sesuai kesepakatan.
  • Pinjol ilegal selalu meminta akses semua data di ponsel seperti kontak, foto, dan video yang akan digunakan untuk meneror peminjam saat gagal bayar.
  • Pinjol ilegal melakukan penagihan tidak beretika berupa teror, intimidasi, dan pelecehan.
  • Pinjol ilegal tidak memiliki layanan pengaduan dan identitas kantor yang jelas.
BACA JUGA:  Untung-Rugi Belanja Online

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

spot_img
spot_img

IEE Series – Energy Week 2026 Hadir Lebih Besar dengan Ratusan Peserta Global

Jakarta, Venuemagz.com - Indonesia Energy & Engineering Series tahap pertama resmi digelar di...

ITB India 2026 Resmi Berlangsung di Mumbai selama Tiga Hari

India, Venuemagz.com -- ITB India 2026 sedang berlangsung di Jio World Convention Centre, Mumbai,...

Festival Musik PROJEK-D Vol.5 Siap Digelar, Ini Rundown Lengkapnya! 

Karanganyar, Venuemagz.com - Menghitung hari penyelenggaraan PROJEK-D Vol.5, Dyandra Promosindo selaku penyelenggara resmi mengumumkan...

Sherlock Holmes Hadir di Bugis Town Singapura Lewat Pengalaman Immersif Resmi Pertama di Dunia

Singapura, Venuemagz.com -- Sebuah kasus pembunuhan fiktif kini menjadi pusat pengalaman wisata interaktif terbaru...

IEE Series – Energy Week 2026 Hadir Lebih Besar dengan Ratusan Peserta Global

Jakarta, Venuemagz.com - Indonesia Energy & Engineering Series tahap pertama resmi digelar di...

ITB India 2026 Resmi Berlangsung di Mumbai selama Tiga Hari

India, Venuemagz.com -- ITB India 2026 sedang berlangsung di Jio World Convention Centre, Mumbai,...

Festival Musik PROJEK-D Vol.5 Siap Digelar, Ini Rundown Lengkapnya! 

Karanganyar, Venuemagz.com - Menghitung hari penyelenggaraan PROJEK-D Vol.5, Dyandra Promosindo selaku penyelenggara resmi mengumumkan...