Cara Menghentikan Penyebaran Hoaks di WhatsApp

Saturday, 04 December 21 Venue

Salah satu masalah yang dihadapi aplikasi perpesanan instan WhatsApp yaitu hoaks, atau berita palsu. Selama bertahun-tahun, menurut Muis Pranuto, Founder Paiihar Lagghu, pelaku kejahatan telah memanfaatkan WhatsApp untuk menyebarkan berita palsu.

“Adanya pandemi Virus Corona atau Covid-19 turut meningkatkan penyebaran berita palsu di WhatsApp,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Jumat (03/12/2021). Hal itu, lanjut dia, mendorong aplikasi ini memulai kampanye aktif untuk mengendalikan berita palsu dengan bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan dunia, WHO.

“Tetapi, para pengguna juga bisa waspada dan menghentikan penyebaran berita palsu secara mandiri,” kata Muis. Menurut dia, terdapat empat cara menemukan dan menghentikan penyebaran hoaks di WhatsApp, yaitu:

  • Memahami pesan yang diteruskan
BACA JUGA:   Menanamkan Kebiasaan Aman di Dunia Maya Pada Anak

Pesan yang diteruskan dari orang lain memiliki label “Forwarded“. Ini bisa dapat membantu pengguna mengetahui pesan tidak ditulis oleh orang pertama yang bertukar pesan dengan pengguna. Ketika sebuah pesan diteruskan dari satu pengguna ke pengguna lainnya lebih dari lima kali, akan ditandai dengan ikon panah ganda. Jika pengguna tidak yakin siapa yang menulis pesan pertama kali, periksa ulang fakta yang ada di pesan itu dengan sumber berita tepercaya.

  • Periksa foto dan media dengan cermat

Foto, rekaman audio, dan video bisa diedit untuk menyesatkan pengguna. Sebaiknya pengguna melihat sumber berita tepercaya untuk melihat apakah berita itu dilaporkan di tempat lain.

  • Carilah pesan yang terlihat berbeda
BACA JUGA:   Cara Belanja Online Secara Benar dan Aman

Pesan atau tautan situs web yang mengandung hoaks umumnya memiliki kesalahan pengejaan. Cari tanda-tanda ini sehingga pengguna bisa memeriksa apakah informasinya akurat.

  • Verifikasi kembali sebelum meneruskan

Terkadang beberapa pesan yang diteruskan dari keluarga atau teman terlihat bermanfaat atau tidak berbahaya. Tetapi apa pun situasinya, pengguna harus mengkonfirmasi fakta-fakta dari pesan itu sebelum meneruskannya ke orang lain. Pengguna bisa memverifikasi pesan dengan mencari fakta secara online sebelum membagikannya dengan kontak pengguna. Jika pengguna masih tidak yakin apakah pesan itu benar, periksa situs berita tepercaya dan tanyakan pemeriksa fakta.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Sulit Dihapus, Jejak Digital Buruk Pengaruhi Masa Depan

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).