Cegah Penipuan Daring, Waspadai Permintaan Data

Tuesday, 12 October 21 Venue
keamanan digital internet

Waspada terhadap pencurian data pribadi melalui daring. Menurut Agus Gunawan, Bidang Kesekretariatan Relawan TIK Jawa Timur & Owner Omah Hidroponik, hal itu dilakukan untuk mencegah penipuan daring, kejahatan siber yang sering terdengar. 

“Untuk mencegah para pelaku kejahatan siber mencuri identitas Anda, berhati-hatilah dengan segala permintaan data, terutama yang melibatkan dokumen-dokumen penting,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin, (11/10/2021).

Agus mengatakan, terdapat langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah adanya penipuan daring.  Pertama, kata dia, selalu waspada atas permintaan memverifikasi identitas di layanan yang sudah sering digunakan. “Jika Anda berpikir dua kali untuk mengabaikan pesan tertentu, cari informasi lengkap di situs web resmi perusahaan.”

BACA JUGA:   Agar Anak Aman Berselancar di Internet

Kedua, lanjut dia, perhatikan kualitas teks. Ingatlah, kesalahan tata bahasa, kata-kata yang hilang, dan kesalahan ketik dalam komunikasi perusahaan nyata sangat jarang terjadi. Ketiga, periksa dari mana pesan itu berasal, serta di mana tautan menunjuk. Perusahaan mengirim surat dari domain resmi, jika terdapat pengecualian mereka akan menjelaskannya pada situs web resmi.

Keempat, Agus mengatakan, pembatasan apa pun, seperti kerangka waktu yang mendesak untuk memberikan informasi, harus diwaspadai. Lebih baik melewati tenggat waktu daripada mengirim data ke pelaku kejahatan siber. “Kelima, jika ragu, hubungi layanan pelanggan. Namun, jangan gunakan nomor yang disediakan dalam pesan. Temukan nomor terlegitimasi pada situs resmi atau di surel konfirmasi pendaftaran.”

BACA JUGA:   Memanfaatkan Media Sosial untuk Sarana Promosi Pariwisata

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, tantangan di ruang digital semakin besar, konten-konten negatif terus bermunculan dan kejahatan di ruang digital terus meningkat. “Menjadi kewajiban kita bersama untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat melalui literasi digital,” ujar Jokowi saat membuka program Literasi Digital Nasional, beberapa waktu lalu.

Presiden mencontohkan, konten-konten negatif yang marak muncul di ruang digital, di antaranya hoaks, penipuan daring, perjudian daring, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, hingga radikalisme berbasis digital.

Hal-hal itu, kata presiden, perlu diwaspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. “Dengan literasi digital kita minimalkan konten negatif dan membanjiri ruang digital dengan konten positif,” ujarnya.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Empat Pola Kekerasan Berbasis Gender Online

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).