Kegiatan belajar daring (online) di tengah wabah Covid-19 mau tak mau membuat anak menghabiskan waktu lebih banyak untuk menggunakan gadget (gawai). Walau tujuan utamanya untuk belajar, namun tak jarang anak jadi kebablasan dan menggunakannya untuk bermain game hingga mengakses Youtube.
“Orangtua pun mulai cemas karena anak kian lekat dengan gawai,” kata Rynold Aberson Pardede, Project Director at Blen Cuit dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (2/12/2021).
Rynold mengatakan, walau dalam situasi darurat Covid-19, memberikan anak keleluasaan penuh menggunakan gawai bukanlah suatu hal yang bijak. “Pendampingan dalam menggunakan media digital adalah strategi yang sangat penting dilakukan oleh orangtua. Selain untuk mengontrol aktivitas anak menggunakan perangkat digital, orangtua dapat memberikan ruang untuk belajar bersama dengan anak dalam melakukan banyak hal baru di dunia maya,” kata Rynold,
Dia menambahkan, karena itu, orangtua disarankan meluangkan waktu untuk mendampingi anak ketika mereka sedang menggunakan media digital. Berikut strategi positif yang dapat diterapkan oleh orangtua dalam mendampingi anak menggunakan perangkat digital dengan bijak di rumah.
- Orangtua jadi “role model”
Orangtua adalah role model utama dalam membentuk kebiasaan anak menggunakan perangkat digital. Orangtua harus menjadi model bagaimana menggunakan perangkat digital sehari-hari. Misalnya, tidak menggunakan perangkat digital setiap saat dan setiap waktu, tidak mengabaikan percakapan karena sedang mengakses media digital, meletakkan ponsel ketika sedang berkendara dan makan. Hal inilah yang menjadi landasan anak untuk menyontoh dalam menggunakan media digital secara bijak.
- Penuhi dengan interaksi
Interaksi positif menjadi sebuah kunci awal yang harus dilakukan oleh orangtua agar anak lepas dari ketergantungan pada gawai. Misalnya mengajak anak membahas tentang sesuatu yang sedang viral di media sosial, tokoh yang sedang menjadi idola, atau aplikasi yang sedang marak digunakan oleh generasi milenial. Menyempatkan waktu untuk berinteraksi dengan anak secara langsung merupakan cara untuk menghangatkan hubungan antara anak dan orangtua. Menjadi fondasi komunikasi selanjutnya.
- Kesepakatan aturan main
Kesepakatan dalam memberlakukan aturan main penggunaan gawai sangatlah penting dibuat bersama-sama antara anak dan orangtua. Misalnya, jam berapa dan berapa lama durasi yang diperbolehkan untuk menggunakan gawai di luar kegiatan belajar online. Selain itu, harus ada aturan main yang harus diberlakukan terkait aktivitas tayangan yang boleh dan tak boleh diakses sehingga anak memiliki arahan yang jelas dalam mengambil sikap.
- Jadwalkan aktivitas
Membuat jadwal aktivitas harian yang jelas dapat mengarahkan anak untuk mengetahui aktivitas apa yang seharusnya dilakukannya sehari-hari. Orangtua pun jadi tak mudah lupa apa saja yang harus dilakukan dalam satu hari.
Anak yang disibukkan dengan beragam aktivitas bermanfaat akan tidak mudah merasa bosan di rumah sehingga mencari hiburan melalui akses perangkat digital.
- Update tentang media digital “zaman now”
Orangtua perlu belajar tentang berbagai perangkat teknologi terbaru yang biasa digunakan oleh anak. Bahkan jika memungkinkan, belajar dari anak secara langsung. Terus mengikuti perkembangan dunia digital akan memudahkan orangtua melalukan pengawasan terhadap anak di dunia maya, dunia yang jarang sekali terpantau oleh orangtua.
Kontrol orangtua dapat dilakukan dengan memberlakukan kata sandi untuk mengunduh aplikasi tertentu. Sehingga anak memiliki keterbatasan dalam mengakses aplikasi tanpa sepengetahuan orangtua.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).





