Data Dimanfaatkan, Risiko Kejahatan Siber Mengintai

Wednesday, 01 September 21 Venue

Banyak orang belum memahami betapa berisikonya data pribadi yang bocor dan terbaca bebas di internet. Data pribadi itu seperti nama pengguna, kata sandi, alamat rumah, email, dan lain-lain.

“Prinsipnya memang data pribadi ini menjadi incaran banyak orang. Sangat berbahaya bila benar data ini bocor,” kata Moh. Sulhan, Ketua Asosiasi Digital Marketing Jawa Timur, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (31/8/2021).

Dia mencontohkan, misalnya kejahatan terkait perbankan dengan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu. “Data bisa digunakan pelaku kejahatan untuk membuat KTP palsu dan kemudian menjebol rekening korban,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, penjahat juga bisa melakukan phising yang ditargetkan atau rekayasa sosial. Walaupun di dalam file tidak ditemukan data yang sangat sensitif seperti detail kartu kredit, namun ada beberapa data pribadi. “Bagi penjahat dunia maya, sudah cukup untuk menyebabkan kerusakan dan ancaman nyata,” ujarnya.

BACA JUGA:   Kecanduan Gawai pada Anak, Begini Bahayanya

Menurutnya, penjahat siber bisa menggabungkan informasi yang ditemukan di file CSV yang bocor dengan pelanggaran data lain untuk memperoleh profil terperinci. Misalnya, dari data-data yang bocor yang platform e-commerce seperti Tokopedia dan Bukalapak.“Dengan informasi seperti itu, penjahat dapat melakukan serangan phishing dan social engineering yang jauh lebih menyakinkan bagi para korbannya,” tutur Sulhan.

Sulhan mengatakan, terdapat sejumlah risiko kejahatan siber yang terjadi dengan memanfaatkan data, di antaranya:

  • Telemarketing

Data nomor telepon bisa diperjualbelikan untuk kepentingan telemarketing. Maka tak heran jika tiba-tiba pengguna ditelepon dan ditawari jasa atau produk. Tiba-tiba orang yang menelepon sudah mengetahui nama lengkap meski Anda tak pernah berafiliasi dengan perusahaan tersebut sama sekali. SMS spam berbau penipuan mulai penawaran berhadiah juga cukup menjengkelkan. Anda bisa menjadi ‘korban’ telemarketing ketika data nomor ponsel Anda sudah tersebar.

  • Modal Penipuan Phishing Scamming

Scam adalah tindakan penipuan dengan berusaha meyakinkan pengguna, misal memberitahu pengguna jika mereka memenangkan hadiah tertentu yang didapat jika memberikan sejumlah uang. Sementara phishing adalah teknik penipuan yang memancing pengguna, misal untuk memberikan data pribadi mereka tanpa mereka sadari dengan mengarahkan mereka ke situs Tokopedia palsu.

BACA JUGA:   Positif-Negatif Kebebasan Berekspresi di Ruang Digital

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).