BerandaLiterasi DigitalMerancang Bisnis Yang Menguntungkan

Merancang Bisnis Yang Menguntungkan

Published on

spot_img
spot_img

Melihat perkembangan dunia di tengah masa Pandemi Covid-19, ketertarikan orang untuk memulai bisnis secara mandiri banyak bermunculan. Keputusan untuk berbisnis kerap dipilih sebagai alternatif untuk dapat berkarier secara fleksibel dan dinamis. Selain itu, mendapatkan keuntungan juga menjadi salah satu tujuan atau keinginan utama bagi siapapun yang ingin memulai bisnis.

Menurut Devi Arianti Lestari, Owner Usaha Dekorasi Blitzdecoration, dalam merancang bisnis yang menguntungkan, apalagi di masa pandemi seperti saat ini, yang perlu disadari adalah menjalankan sebuah bisnis bukanlah hal yang mudah. “Namun, jika bisa berpikir kreatif maka akan selalu ada jalan,” kata Key Opinian Leader itu dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (31/8/2021).

Devi mengatakan, tantangan yang hadir dalam menjalankan bisnis kerap kali membuat gentar. Namun, seperti pepatah “Banyak Jalan Menuju Roma”, tentu ada cara yang bisa dilakukan dalam menjalankan bisnis agar terus bisa bertahan dan sukses.

BACA JUGA:  Kecanduan Gawai, Begini Gejalanya

Menurut Devi, sebagai langkah awal yang dibutuhkan untuk merancang bisnis yang menguntungkan, yaitu:

  • Bentuk pola pikir bisnis di dalam kepala

Langkah awal yang bisa dilakukan untuk memulai bisnis menguntungkan tanpa modal adalah membangun pola pikir bisnis di dalam kepala. Memiliki pola pikir yang tepat akan membantu dalam menjalankan bisnis.  Dengan pola pikir bisnis, Anda akan mulai terbiasa peka terhadap kesempatan dan mempertimbangkan antara untung dan rugi dari bisnis yang akan dimulai.

  • Fokus dengan satu bisnis di awal

Kadang keinginan kerap kali membuat gegabah dalam membuat keputusan. Sehingga berpikir bahwa memiliki bisnis yang banyak akan menghasilkan uang yang banyak. Padahal dengan bisnis yang banyak, risiko pun akan hadir di setiap bisnis yang dijalani. Agar tetap aman dan menjalankan bisnis menguntungkan secara stabil, di awal-awal sebaiknya fokus dengan satu bisnis saja.

  • Jalankan bisnis sesuai dengan apa yang disukai
BACA JUGA:  Menghindari Hal Buruk di Internet

Untuk memulai bisnis menguntungkan sesuai dengan keinginan, bisa memilih menjalankan bisnis dengan bidang yang disukai. Ini akan menambah semangat dalam aktivitas berbisnis. Selain itu, karena faktor kesukaan, akan terasa lebih leluasa melakukan eksplorasi terhadap bisnis yang dijalani untuk memaksimalkan potensinya jadi bisnis menguntungkan.

  • Lakukan riset

Setelah membangun pola pikir dan menentukan bisnis yang menguntungkan apa yang akan dijalani nantinya, perlu melakukan riset dahulu. Riset yang dilakukan akan membawa insights penting dalam pengembangan bisnis yang dijalani. Dengan melakukan riset demi bisnis menguntungkan, akan diketahui tentang potensi kompetitor.

  • Manfaatkan media sosial

Di era yang serba digital seperti saat ini, peran media sosial akan memberikan dampak positif yang cukup besar dalam mengembangkan bisnis menguntungkan yang dimiliki. Maksimalkan penggunaan media sosial sebagai salah satu senjata untuk promosi bisnis. Target yang tepat sasaran merupakan salah satu keuntungan yang bisa didapatkan dari menggunakan media sosial untuk mengembangkan bisnis.

  • Terbuka dengan kritik dan saran
BACA JUGA:  Kelebihan Pemasaran Melalui Media Online

Dalam menjalankan bisnis, kehadiran kritik dan saran bisa jadi faktor yang menguntungkan. Dengan terbuka terhadap kritik dan saran dari pelanggan, akan lebih mudah mengetahui kekurangan dan kelebihan bisnis. Keterbukaan ini juga akan memudahkan melakukan adaptasi jika sewaktu-waktu iklim bisnis yang sedang digeluti berubah secara drastis.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

spot_img
spot_img

Sembilan Atraksi Wisata Baru di Singapura

Singapura, Venuemagz.com – Sepanjang tahun 2025, jumlah turis Indonesia yang berkunjung ke Singapura mencapai...

Deretan Atraksi, Konser, dan Pengalaman Imersif yang Wajib Masuk Agenda di Singapura

Singapura, Venuemagz.com -- Singapura kembali menghadirkan beragam acara menarik yang siap memanjakan wisatawan dari...

Nuanu Bali Hadirkan Dua Pameran Seni Kontemporer Secara Gratis

Bali, Venuemagz.com - Nuanu Creative City menghadirkan dua pameran seni secara bersamaan di Labyrinth...

Sembilan Atraksi Wisata Baru di Singapura

Singapura, Venuemagz.com – Sepanjang tahun 2025, jumlah turis Indonesia yang berkunjung ke Singapura mencapai...

Deretan Atraksi, Konser, dan Pengalaman Imersif yang Wajib Masuk Agenda di Singapura

Singapura, Venuemagz.com -- Singapura kembali menghadirkan beragam acara menarik yang siap memanjakan wisatawan dari...