BerandaLiterasi DigitalDurasi Anak Bermain Gawai Berdasarkan Usia

Durasi Anak Bermain Gawai Berdasarkan Usia

Published on

spot_img

Tak hanya menonton program televisi, orangtua juga harus membatasi anak bermain gawai. Hal ini, menurut Dr. Ifada Rahmayanti, Dosen tetap Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, penting agar anak tidak mengalami kecanduan yang berdampak buruk bagi tumbuh kembangnya.

“Penggunaan gawai memang dapat memberi banyak manfaat dalam hal kemudahan mengakses beragam informasi atau pelayanan. Namun, di balik manfaat tersebut ada juga risiko buruk yang harus diwaspadai, terutama pada anak. Oleh karena itu, waktu anak main gawai perlu dibatasi,” tutur dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kota Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (26/10/2021).

BACA JUGA:  Kebutuhan Dunia Kerja Lima Tahun Mendatang

Dia mengatakan, waktu maksimal anak mengakses gawai adalah 1-2 jam per hari. Berikut ini adalah durasi anak main gawai yang disarankan berdasarkan usianya, yaitu:

  • Anak usia di bawah 2 tahun disarankan tidak diberi akses pada gawai. Jika benar-benar diperlukan, anak usia di atas 1,5 tahun dapat mengakses gawai dengan didampingi orangtua dan tidak lebih dari 1 jam per hari.
  • Anak usia 2-5 tahun disarankan mengakses gawai hanya 1 jam per hari, itu pun sebaiknya program yang berkualitas.
  • Anak usia 6 tahun ke atas boleh bermain gawai, tapi dengan waktu yang sudah disepakati bersama orangtua, misalnya hanya pada akhir pekan atau maksimal 2 jam per hari.
BACA JUGA:  Teknologi Digital Ciptakan Kemudahan

“Hal yang perlu Anda pahami adalah durasi yang disarankan di atas tidak berlaku pada penggunaan gawai seperti ponsel atau tablet saja, tapi juga termasuk waktu untuk menonton TV atau menggunakan komputer/laptop,” ujar Ifada.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:  Tips dan Trik Memilih Dompet Digital

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Event Besar Jadi Motor Baru Pariwisata Australia Barat Menuju 2027

Jakarta, Venuemagz.com — Australia Barat semakin serius menjadikan kalender acara sebagai pintu masuk bagi...

Singapore Airlines Hadirkan KrisWorld Terbaru dengan Layar 4K dan Internet Starlink

Singapore Airlines (SIA) meningkatkan pengalaman hiburan dalam penerbangan melalui KrisWorld generasi terbaru dan konektivitas...

TransNusa Luncurkan Penerbangan Perdana Melbourne-Bali

Jakarta, Venuemagz.com -- TransNusa, Premium Service Carrier pelopor di kawasan Asia Pasifik, resmi meluncurkan...

IGF 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Lelang Alat Golf dan Clearance Sale

Kabupaten Tangerang, Venuemagz.com — Indonesia Golf Festival (IGF) resmi digelar untuk kedua kalinya di...

Event Besar Jadi Motor Baru Pariwisata Australia Barat Menuju 2027

Jakarta, Venuemagz.com — Australia Barat semakin serius menjadikan kalender acara sebagai pintu masuk bagi...

Singapore Airlines Hadirkan KrisWorld Terbaru dengan Layar 4K dan Internet Starlink

Singapore Airlines (SIA) meningkatkan pengalaman hiburan dalam penerbangan melalui KrisWorld generasi terbaru dan konektivitas...

TransNusa Luncurkan Penerbangan Perdana Melbourne-Bali

Jakarta, Venuemagz.com -- TransNusa, Premium Service Carrier pelopor di kawasan Asia Pasifik, resmi meluncurkan...