Berada di dunia digital, menurut Arief Lestadi, Founder NAS Consulting & Research perlu memiliki produktivitas yang tinggi dengan cara berkolaborasi, saling terhubung, dan menjaga keamanan data. Hal itu dia sampaikan dalam Webinar Literasi DIgital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/11/2021).
Menurut dia, kolaborasi digital ini bisa dibagi berdasarkan metode. Kolaborasi secara sederhana dapat dilakukan melalui chat, messenger, atau video call. Kemudian, ada kolaborasi dokumen yang dilakukan melalui word precessor, spreadsheet, atau presentasi. Serta kolaborasi struktur melalui e-commerce atau supply chain.
“Kolaborasi struktur dapat dikatakan sebagai metode kolaborasi yang paling rumit. Karena antara penyedia jasa e-commerce dan penjual harus ada memasukkan data produk, mengunggahnya, dan lain-lain,” kata Arief.
“Dengan kolaborasi, kita bisa meningkatkan kreativitas kita di dunia digital,” ujar Arief. Di samping itu, agar semakin kreatif, lanjut dia, kita harus bisa menghargai keberagaman, melakukan manajemen waktu, atau mengubah suasana hati kita agar selalu kreatif dan positif. “Agar tidak berdampak negatif dalam menjalankan kolaborasi dan kreativitas di era digital, kita tetap harus menyeimbangkan antara kehidupan di dunia digital dan dunia nyata.”
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).




