Hati-Hati Dalam Memasarkan Produk Secara Digital

Wednesday, 16 June 21 Venue

Media sosial tak hanya bisa digunakan sebagai alat berkomunikasi, tapi juga untuk berjualan. Bahkan, jangkauannya bisa mencapai luar negeri dengan biaya promosi yang murah.

“Media sosial ini penting karena konsumen beraktivitas di sana, mudah berinteraksi dengan konsumen, meningkatkan visibilitas merek, dan wadah word of mouth terluas ya di media sosial ini. Maka kita harus benar-benar cakap,” ujar Nurul Hidayati, S.S., S.Sos., MAP, Digital Entrepreneur & Character Building at Goshi, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (14/6/2021).

Media sosial begitu beragam. Menurut Nurul masing-masing bisa menjangkau target market dan konsumen yang berbeda. Hal ini tentu membantu targeting dan retargeting konsumen.

BACA JUGA:   Sebarkan Nilai Demokrasi dan Toleransi Melalui Media Sosial

Namun, sebagai pelaku usaha pun kita harus berhati-hati agar produk kita tidak ditiru oleh pemain besar dari luar negeri yang bisa saja menciptakan produk serupa dengan harga lebih murah.

“Dengan adanya kasus tersebut, pemerintah membuat regulasi agar bisa melindungi UMKM. Karena UMKM kita masih bisa provide, kenapa harus impor. Sementara kalau pasar kuliner, Indonesia kaya. Mau dijiplak seperti apa juga pihak luar pasti akan kesulitan meniru cita rasa khas Indonesia. Jadi tetap kreatif, orisinil dan cintai produk Indonesia itu juga penting,” jelasnya.

BACA JUGA:   Penjahat Siber Gunakan Situasi Pandemi Untuk Beraksi

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital ini merupakan gagasan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi.  Pembicara lain dalam webinar di Kabupaten Malang, Jawa Timur, ini ialah Ayrton Eduardo Aryaprabawa, S.S (Founder & Director Crevolutionz), Rinda Astuti, S.E. (Exporter PT Saundra Bintang Agrindo), Ir. Galih Wasis Wicaksono, S.Kom., M.Cs (Dosen Sekretaris Program Studi Univ. Muhammadiyah Malang), dan Key Opinion Leader Feri Agusyadi.

Gerakan Literasi Digital Nasional 2021 merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.

BACA JUGA:   Cara Efektif Memulai Bisnis Online

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).