BerandaLiterasi DigitalHoaks Banyak Tersebar Melalui Aplikasi Chatting dan Medsos

Hoaks Banyak Tersebar Melalui Aplikasi Chatting dan Medsos

Published on

spot_img

Saluran penyebaran hoaks yang paling banyak pada aplikasi chatting dan media sosial. Di sinilah siberkreasi dan juga Kementerian komunikasi dan informatika menggalakkan kampanye untuk menangkal hoaks.

“Kita semua mengambil andil untuk mengontrol media sosial karena sifatnya individual,” kata Eko Prasetyo, Co-Founder Sybusrt Corporation, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (16/10/2021).

Kalau ada yang menyebarkaan otomatis akan tersebar juga ini sangat signifikan. Berbeda dengan media lainnya, radio, media cetak, kemungkinan kecil terjadinya hoaks karena ada tim redaksi, 5-10 orang mereka saling mencari validasi data dan informasi itu benar atau tidak.

BACA JUGA:  Kecanduan Digital Pada Anak Menghantui orangtua

“Sebelum dipublikasikan ada banyak yang mengecek sehingga penyebaran di media ini cenderung kecil. Media massa itu juga sudah memiliki kewajiban untuk menyajikan informasi fakta kepada masyarakat. Tugas mereka seperti itu jadi memang sudah ada beban moril,” ujar Eko.

Kemudian di media sosial, chatting ini juga lebih banyak didominasi oleh mereka paruh baya atau 45 tahun ke atas yang justru sangat percaya informasi yang berasal dari WhatsApp. Sehingga mereka juga kerap membagikan ulang apa yang didapatnya di grup WhatsApp.

“Kita bisa melihat langsung di grup WhatsApp yang terdapat mereka yang lebih tua, di keluarga, di lingkungan RT RW di grup keagamaan. Mereka cenderung yang sudah tua menganggap wajib untuk menjadi sumber informasi pada anggota yang lain,” ujarnya.

BACA JUGA:  Agar Anak Tak Gunakan Internet dengan Keliru

Maka dari itu, menurut EKo, para orangtua ini harus segera diedukasi dengan beragam cara atau melalui orang yang mereka percaya agar pesan yang ingin disampaikan diterima dengan baik.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:  Cara Merawat Jejak Digital

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

spot_img
spot_img

ITB India 2026 Resmi Berlangsung di Mumbai selama Tiga Hari

India, Venuemagz.com -- ITB India 2026 sedang berlangsung di Jio World Convention Centre, Mumbai,...

Festival Musik PROJEK-D Vol.5 Siap Digelar, Ini Rundown Lengkapnya! 

Karanganyar, Venuemagz.com - Menghitung hari penyelenggaraan PROJEK-D Vol.5, Dyandra Promosindo selaku penyelenggara resmi mengumumkan...

Sherlock Holmes Hadir di Bugis Town Singapura Lewat Pengalaman Immersif Resmi Pertama di Dunia

Singapura, Venuemagz.com -- Sebuah kasus pembunuhan fiktif kini menjadi pusat pengalaman wisata interaktif terbaru...

Archipelago Hotels Hadirkan Promo “September Save More”, Tawarkan Diskon 20% di 157 Hotel

Jakarta, VenueMagz.com – Memasuki kuartal keempat 2026, Archipelago Hotels menghadirkan program promosi bertajuk “September...

ITB India 2026 Resmi Berlangsung di Mumbai selama Tiga Hari

India, Venuemagz.com -- ITB India 2026 sedang berlangsung di Jio World Convention Centre, Mumbai,...

Festival Musik PROJEK-D Vol.5 Siap Digelar, Ini Rundown Lengkapnya! 

Karanganyar, Venuemagz.com - Menghitung hari penyelenggaraan PROJEK-D Vol.5, Dyandra Promosindo selaku penyelenggara resmi mengumumkan...

Sherlock Holmes Hadir di Bugis Town Singapura Lewat Pengalaman Immersif Resmi Pertama di Dunia

Singapura, Venuemagz.com -- Sebuah kasus pembunuhan fiktif kini menjadi pusat pengalaman wisata interaktif terbaru...