Indonesia ‘Booming’ Marketplace

Saturday, 17 July 21 Venue
ilustrasi belanja online digital virtual

Berkembangnya literasi digital menjadikan marketplace salah satu platform yang banyak digunakan dalam hal transaksi jual beli. Merketplace  merupakan website atau aplikasi online yang memfasilitasi proses jual beli dari berbagai toko. Di Indonesia, terdapat empat marketplace yang familiar di tengah masyarakat, yaitu Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan Lazada. Keempat marketplace ini memiliki ciri khas dan keunggulannya masing-masing.

Marketplace sangat booming beberapa tahun terakhir karena memberikan kepercayaan kepada pembeli,” kata Rizqi Mulyantara, CEO DigiTiket dalam Webinar di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (15/7/2021).

Marketplace, lanjut dia, dianggap aman karena ada rekening bersama (rekber), sistem keamanan, dan review yang terpercaya. Sebelum marketplace hadir, pembeli sangat khawatir dalam melakukan transaksi online karena takut barangnya tidak sesuai atau ditipu sehingga barangnya tidak sampai. “Pergeseran marketplace dari tahun 2010 – sekarang sangat masif,” ujar Rizqi.

Dia menuturkan, dengan menggunakan marketplace, seseorang bahkan bisa melakukan usaha tanpa modal. Penjual juga bisa mengunggah produk sebanyak-banyaknya. Model bisnisnya dengan sistem dropshipper yang marak digunakan pada tahun 2020. Namun, bisnis dropshipper saat ini sudah tidak menjamin keuntungan yang besar. Karena, setiap penjual dengan nama besar rata-rata memiliki toko di dua atau lebih marketplace.

Keunggulan lain bagi penjual dalam menggunakan marketplace yaitu promosi gratis. Terkadang, marketplace ini mengiklankan produk dengan Google Ads dan Facebook Ads.

“Ini adalah keunggulan marketplace Indonesia yang berhasil menangkap keinginan pembeli. Pembeli pernah melihat barang apa, dan sedang mencari barang apa. Iklan ini juga memberikan peluang untuk seller,” kata Rizqi.

Penggunaan marketplace, lanjut dia, juga lebih mudah dan cepat karena sudah ada sistemnya, sehingga  terintegrasi dari mulai pembayaran hingga pengiriman. “Secara experience dan keamanan marketplace lebih mudah dibandingkan dengan online shopping via Instagram dan Facebook.”

Saat ini, menurut Rizqi, para marketplace berlomba-lomba memberikan diskon ongkos kirim (ongkir) dan cashback. Hal ini menguntungkan seller karena pihak marketplace meningkatkan engagement dari orang lihat barang tersebut hingga membelinya. “Untuk seller promosi jenis ini juga dapat meningkatkan penghasilan toko.”

Dia mengatakan, pada marketplace, kunci utama mendapatkan pembeli adalah rating dan reputasi. Dibandingkan harga, reputasi yang baik lebih banyak menarik pembeli karena dianggap toko terpercaya. Selain itu, pelanggan juga tidak mengkhawatirkan mengenai pelayanan dan kualitas barang yang dijual.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).