Internet Addicted, Ini Penyebabnya

Saturday, 17 July 21 Venue

Indonesia masuk ke dalam daftar negara yang masyarakatnya aktif menggunakan internet. Namun, Indonesia berada di lima besar yang warga negaranya kecanduan Internet (internet addicted) dengan pemakaian rata-rata 8 jam. Data menunjukkan bahwa media digital Youtube paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.

“Tanpa kita sadari, kita sudah masuk ke dalam kategori orang yang internet addicted,” kata Agus Rifa’i, Profesional MC, Dosen B.Inggris Universitas Terbuka Tuban, dalam Webinar wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu (14/7/2021).

Adiksi internet atau kecanduan internet adalah penggunaan internet yang bersifat patologis, yang ditandai dengan individu yang tidak bisa mengontrol waktunya dalam menggunakan internet. “Seperti banyak anak-anak yang menangis apabila gawainya diambil atau disita,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Rifa’I, kita juga tidak bisa lepas dari penggunaan internet. Saat melakukan kegiatan bekerja atau belajar, disela waktu pasti menyempatkan diri untuk membuka internet. Remaja merupakan kelompok paling rentan dalam kecanduan internet.

BACA JUGA:   Perhatikan Hal Ini Untuk Tangani Bahaya Jejak Digital

“Remaja ini adalah kelompok yang rasa ingin tahunya besar sekali dan bagian otak yang berfungsi untuk mengendalikan perilaku masih dalam proses perkembangan. Sebanyak 34,1% remaja mengalami kecanduan internet. Tidak hanya remaja, ibu-ibu juga bisa dikatakan sebagai orang yang terkena dampak kecanduan internet,” tuturnya.

Jenis-jenis kecanduan internet yang mungkin dialami dapat berupa media sosial, cybersex dan cyberporn, online shop, judi, serta games online. Penyebab kecanduan, kata Rifa’I, terdapat dua faktor, eksternal dan internal.

Pada faktor internal, ternyata laki-laki lebih rentan kecanduan internet, yaitu game online. Kemudian, munculnya komorbid dan gangguan jiwa seperti depresi,cemas. Menurunnya capaian akademik dan minat, serta kekurangan dalam mengatur emosi.

BACA JUGA:   Orangtua Berperan Dampingi Anak Gunakan Gawai

Sedangkan, faktor eksternal penyebab kecanduan internet yaitu pengaruh teman, lingkungan saat bermain game, pengaruh keluarga, dan trauma. “Seseorang dikatakan kecanduan gawai jika waktunya dihabiskan untuk bermain gawai. Kecanduan ini juga berdampak pada fisik seseorang. Di antaranya merusak mata, stress, gangguan kecemasan, sulit fokus, dan kesepian.”

Sesungguhnya, kata dia, dampak internet banyak juga yang positif seperti membantu belajar, melatih kognitif, berafiliasi, meredakan ketegangan, dan hiburan. Akan tetapi, dampak negatifnya juga banyak seperti dapat mengganggu kehidupan, pekerjaan, pendidikan, tidur, hobi, dan hubungan sosial. Langkah bijaknya dengan membatasi waktu penggunaan hanya 2-3 jam sehari, tidak menggunaan gawai saat sedang makan dan beraktivitas, dan jangan bermain gawai sebelum tidur.

BACA JUGA:   Antisipasi Berita Hoaks, Literasi Media Diperlukan

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).