Kelebihan Bisnis di Era Digital

Wednesday, 29 September 21 Venue
ilustrasi belanja online digital virtual

Pandemi Covid-19 sangat cepat mengubah perilaku kehidupan sehari-hari sehingga berdampak pada jenis-jenis pekerjaan dan tren usaha atau bisnis yang banyak digeluti. Menurut Sandi Reza Fahmi, Content Creator, saat ini terdapat tren pekerjaan di era digital.

“Data analis di perusahaan, desainer video editor atau juga graphic desainer, programmer atau software developer (Coding), blogger/copywriter (penulis), sosial media spesialis (pengelola akun medsos) atau digital marketer, produk photografer, guru online, content creator, hingga trading saham,” kata Key Opinion Leader itu dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (28/9/2021).

BACA JUGA:   Hoaks Berseliweran di Dunia Maya

Sandi mengatakan, semua lapangan pekerjaan itu tidak harus sekolah formal, namun bisa didapatkan pada internet. “Seperti online education, karena sudah banyak platform-platform yang bisa didapatkan secara gratis, sedangkan untuk usaha di dunia digital yaitu toko online,” kata dia.

Menurut Sandi, ketika akan membuka toko online pastikan dulu apakah benar-benar menyukai bisnis yang digeluti. Dia mengatakan, bisnis di era digital memiliki kelebihan cukup banyak. “Seperti pilihan beragam atau bervariasi, tidak harus melakukan satu bisnis saja tapi bisa secara paralel atau lebih dari satu.”

BACA JUGA:   Sebab Reputasi Pengguna Medsos Bisa Hancur

Selain itu, lanjut Sandi, jangkauan bisnis online lebih luas daripada offline yang hanya di sekitar toko saja. “Kalau kita membuka toko online, pangsa pasarnya bisa sampai ke luar negeri untuk produk yang menarik,” ujar dia.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Hemat Cermat Belanja Online

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).