Langkah Awal Melindungi Diri di Dunia Digital

Saturday, 27 November 21 Venue

Keberadaan internet dan media sosial sudah menjadi kebutuhan hidup, apalagi di masa Pandemi Covid-19 di mana semuanya beralih menjadi keadaan serba digital. Menurut Yulia Dian, Social Media Specialist,

dunia digital layaknya dua mata pisau yang saling berlawanan.

“Apabila kita tidak hati-hati, hal ini akan berbahaya,” katanya dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bangli, Bali, Kamis (25/11/2021).

Yulia mengatakan, salah satu caranya ialah dengan menjaga keamanan di dunia digital. Bahaya di ruang digital, lanjut dia, ada ancaman online, penguntit, dan akhir-akhir ini sedang marak tantangan yang membuat kita sukarela membuka data diri kepada publik. “Ada juga bullying, ujaran kebencian, hacking, dan lainnya.”

Sebagai langkah awal melindung diri, kata Yulia, kita bisa melakukan hal yaitu jaga data dan jejak digital. “Karena hal ini sangat penting,” katanya.

BACA JUGA:   Rentan Merusak, Ini Jenis-Jenis Serangan Siber

Kemudian, kata dia, kita perlu menghargai privasi orang lain. Jangan menerima pesan dari orang tidak dikenal, apalagi jika berisi link mencurigakan. Karena perilaku tersebut bisa mengarah pada kejahatan siber. Usahakan buat seluruh akun media sosial private dan menyembunyikannya dari pencarian publik.

Yulia mengatakan, bagaimana cara mengamankan akun pada media sosial yang sering digunakan seperti Whatsapp dan Instagram. Pada Whatsapp, lanjut dia, kita bisa mulai dari mengaktifkan verifikasi dua langkah (2FA) dan buat 6 digit PIN. “Selain itu, kita bisa menambahkan email sebagai cadangan. Aktifkan enkripsi untuk percakapan yang bersifat privasi,” kata dia.

BACA JUGA:   Mempromosikan Budaya Indonesia Melalui Ranah Digital

Sementara itu, pada Instagram kita bisa memanfaatkan fitur block untuk orang-orang yang mencurigakan dan membahayakan. “Kita juga bisa melaporkan postingan dan komentar tidak pantas. Atur privasi di akun pribadi untuk mengatur siapa saja yang bisa melihat profil kita di Instagram.”

Menurut dia, langkah yang wajib dilakukan itu menggunakan password kuat. “Bedakan password antar medsos. Perhatikan izin akses dan hindari menginstall aplikasi dari sumber tidak resmi,” kata Yulia.

“Keamanan dan jejak digital saling berhubungan di internet. Oleh karena itu kita harus sangat berhati-hati di media sosial,” tambah dia.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Pahami Netiquette Sebelum Bermedia Sosial

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).