Promosikan Budaya Indonesia Dengan Mengunggah di Media Sosial

Saturday, 11 September 21 Venue
wisatawan di candi borobudur

Beragam suku, agama, etnis, bahasa, adat budaya, dan nilai luhur yang telah diwariskan sejak lama oleh nenek moyang ada di Indonesia. Selain itu, kata Shanty Kusmiati, Pengurus Pusat Relawan TIK, Bangsa Indonesia selain kaya sumber daya alamnya, juga kaya budaya dan keramah tamahan masyarakatnya.

“Tetapi, kalah dalam teknologi dari bangsa lain,” ujar dia saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (9/9/2021).

Shanty mengatakan, kita juga harus terus meningkatkan pemahaman teknologi agar tidak tertinggal dengan negara lain. “Di sini yang harus kita lakukan untuk mempertahankan budaya dan meningkatkan teknologi ialah dengan menyebarkan kebudayaan,” ujar dia. Salah satunya melalui media sosial.

BACA JUGA:   Media Sosial, Sumber Berita Hoaks Paling Utama

Hal ini, kata dia, dilakukan karena perputaran informasi yang cepat menyebar sehingga informasi jadi lebih mudah diakses, terutama kaum muda. Shanty mengatakan, selain menggunakan media sosial untuk mempromosikan budaya. Agar semakin kreatif lagi, masyarakat Indonesia yang memiliki keahlian di bidang programming bisa membuat aplikasi berbasis wisata dan budaya.

“Misalnya menggunakan tokoh superhero Indonesia seperti Gatot Kaca. Kemudian, membuat konten tentang budaya dan wisata yang mengenalkan tarian, make up, musik, kuliner, dan sebagainya,” kata dia.

Saat ini, terdapat penurunan signifikan pada sektor pariwisata, budaya, dan usaha kreatif. Shanty memaparkan, penurunan ini mencapai angka 74,9 persen. “Kita harus bangga dengan buatan Indonesia. Untuk mempromosikan dan menjual produk dalam negeri dengan memanfaatkan kanal-kanal digital,” tuturnya.

BACA JUGA:   Hybrid Learning, Tren Mendatang di Dunia Pendidikan

Masyarakat yang telah teredukasi, kata dia, dapat memanfaatkan situasi serba digital ini untuk membantu para UMKM mengenalkan cara mengekspor produk, menjualnya, dan memasarkan secara digital. “Sehingga yang tadinya berjualan konvensional menjadi lebih besar di dunia digital,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, bangga berwisata Indonesia yang mempromosikan area wisata dan budaya Indonesia. Bisa mempromosikan kawasan wisata ini dengan cara mengunggahnya di media sosial.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Untung-Rugi Transaksi Digital

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).