Memaksimalkan Media Sosial

Sunday, 22 August 21 Venue

Keterampilan digital  atau digital skill menjadi kunci utama kemajuan Indonesia. Hal itu dikatakan Kreator Konten Kevin Joshua, Key Opinion Leader, pada webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021, wilayah Kabupaten Karawang Jawa Barat, Jumat (20/8/2021).

Digital skill itu kemampuan secara efektif dan kritis membuat informasi dengan menggunakan berbagai teknologi digital, saat kita memposting foto itu juga merupakan digital skill,” ujar dia.

Dunia digital, kata dia, tumbuh dengan pesat. Perubahan tren kerap terjadi, namun ada dasar-dasar penting untuk jangka panjang.

Kevin memaparkan, Tahun 2008- 2009 Facebook mulai hadir dan disenangi lalu tahun 2012 Instagram yang menguasai. Untuk chatting menggunakan BBM (BlackBerry Messenger), lalu di tahun 2014, WhatsApp sudah mulai banyak yang pakai. “Orang-orang pun menggunakan WhatsApp menjadi dasar berkomunikasi sampai hari ini.”

BACA JUGA:   Era Internet Usik Usaha ‘Petahana’

Muncul TikTok dan media sosial lain, lanjut dia, menjadikan tren itu banyak, cepat, dan konsisten. “Digital skill memudahkan kita dalam era industri 4.0 dan memampukan kita untuk tetap berjuang,” ujar dia.

Kevin mengatakan, media sosial yang sering digunakan ialah Instagram, TikTok, dan WhatsApp. Instagram dapat digunkaan unuk personal branding atau company profile bahan CV untuk individu.

“Dalam membuat konten berkualitas di media sosial khususnya Instagram dan TikTok menjadi sarana untuk segala hal mulai dari berjualan, berpolitik, untuk para seniman dapat menampilkan karya di Instagram,” ujarnya.

Dalam memaksimalkan media sosial, kata Kevin, diawali dengan menentukan target audiens untuk menentukan ke mana arah konten, agar dengan mudah membuat strategi secara efektif dan efisien. Selanjutnya, penting untuk memiliki referensi, dengan meliat konten orang seperti apa, memang tidak 100 persen sama tapi hanya mengispirasi.

BACA JUGA:   Lindungi Diri di Dunia Online dengan Internet Sehat

Caption di media sosial juga berpengaruh bahasa dan kata-kata yang digunakan harus baik. Caption itu harus memiliki pesan penting bisa berupa kata penyemangat, pengetahuan maupun opini pribadi,” ujar Kevin.

Di dalam caption untuk foto atau video di media sosial juga butuh kedekatan, bersifat dua arah sehingga ada balasan dari para pengikut. “Biasanya menggunakan kalimat tanya atau bertanya pendapat followers. Tidak mengandung SARA dan harus menghormati pihak lain,” tutur dia.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Praktisi IT: Jejak Digital Itu Kejam

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).