Memanfaatkan Media Sosial untuk Sarana Promosi Pariwisata

Friday, 08 October 21 Venue
Huta Ginjang

Dinamika perkembangan dunia pariwisata akan dihadapkan pada kompetisi yang semakin ketat, baik dalam pemasaran maupun pengembangan produk dan diversifikasinya. Promosi melalui media online atau media sosial diyakini sebagai cara paling efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata sebuah negara kepada dunia.

“Media sosial mampu menyebarkan informasi dengan cepat dan daya jangkau yang luar biasa dibandingkan dengan media manapun. Penggunaan media sosial tersebut belakangan menjadi banyak diminati oleh masyarakat sebagai sarana untuk berkomunikasi,” kata Aulina Umazah, Owner Travel Agent & Akademisi dan Praktisi Budaya, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu (06/10/2021).

BACA JUGA:   Banyak Keuntungannya, Ini Tips Belanja Online

Aulina mengatakan, tidak sedikit wisatawan yang mencari ide wisata melalui Facebook, Twitter, dan jejaring sosial lainnya. 65% wisatawan mencari ide berwisata melalui pencarian sosial. 52% Pengguna Facebook sangat dipengaruhi foto teman-teman dalam jaringan Facebook-nya untuk menentukan tempat wisata. 33% wisatawan mengubah rencana awal mereka setelah melihat foto-foto tersebut.

Menurut Aulina, melalui media sosial yang banyak tersedia saat ini, seharusnya bisa memanfaatkannya sebagai sarana promosi pariwisata agar objek-objek wisata yang ada di Indonesia dapat dikenal luas oleh masyarakat dunia. “Sehingga jumlah kunjungan wisatawan makin meningkat dari tahun ke tahunnya,” kata dia.  

BACA JUGA:   Dampak Kekerasan Berbasis Gender Online Pada Korban dan Penyintas

Dia menuturkan, terdapat fenomena menarik yang terjadi saat ini, justru visitor yang lebih gencar mempromosikan objek-objek wisata. “Hal ini tidak lepas dari budaya selfie yang melekat di masyarakat Indonesia,” kata Aulina.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berinvestasi

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).