Membentuk Ruang Digital Aman Untuk Anak

Saturday, 21 August 21 Venue

Internet sehat merupakan konsep penggunaan internet secara bijak dan sesuai dengan etika atau norma yang berlaku, tanpa membahayakan keamanan diri sendiri ataupun orang lain. Internet sehat diperlukan segala lapisan masyarakat mengingat segala aspek hidup sekarang berhubungan dengan dunia digital.

“Internet sehat membutuhkan ruang digital aman,” kata Erna Widayati seorang Guru di MAN 2 Magetan, dalam Webinar Literasi Digital di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Jumat (20/8/2021). Ruang digital aman ini, lanjut dia, adalah aktivitas online yang dilakukan dengan baik dan beretika. Tentunya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna yaitu umur dan profesi, serta aman dari kejahatan di internet.

“Seiring dengan pertumbuhan kebutuhan belajar, internet ini jadi bisa diakses oleh anak-anak. Tidak hanya untuk belajar, bahkan anak di bawah 4 tahun saat ini sudah mahir menggunakan internet. Misalnya untuk mengakses YouTube,” tuturnya.

BACA JUGA:   Pikir Dua Kali Sebelum Berkomentar

Namun, Erna mengingatkan, anak-anak di usia 0-1,5 tahun tidak boleh menggunakan gawai, kecuali untuk video call dengan kerabat. Usia 1,5-2 tahun maksimal 30 menit perhari dengan diberikan konten edukasi. Usia 2-5 tahun maksimal 1 jam perhari dan harus dengan pendampingan orangtua.

Menurut Erna, untuk membentuk ruang digital yang aman bagi anak, orangtua bisa menyiapkan keamanan digital dengan memasang parental control dan mode anak. “Kemudian, bekali anak dengan literasi digital, membangun komunikasi terbuka dan melibatkan anak dalam memilih suatu aplikasi, awasi dan dampingi penggunaan gawai pada anak, batasi akses internet pada anak, dan beraktivitas fisik bersama anak tanpa internet,” tuturnya.

BACA JUGA:   Tiga Kiat Mengidentifikasi Informasi yang Salah

Erna mengatakan, internet itu sebenarnya diibaratkan sebagai mata pisau dengan sisi yang berbeda.” Jika digunakan dengan baik maka akan memberikan dampak positif, begitu juga sebaliknya jika digunakan untuk hal negatif tentu membawa dampak negatif,” ujar dia.

Dampak positif internet, menurutnya sangat beragam, di antaranya sebagai sumber informasi, media bersosialisasi, belajar kreatif dan inovatif, sarana hiburan, dan salah satu kemajuan teknologi. Sementara apabila internet tidak digunakan sesuai aturan dan etikanya, justru yang muncul ialah dampak negatifnya.

“Seperti gangguan kesehatan, merenggangkan hubungan sosial, tempramental, kecanduan internet, hingga sulit membedakan sesuatu yang real dan abstrak. Terdapat juga penyimpangan penggunaan internet, yaitu pornografi, pergaulan bebas, cybercrime, bullying, dan hoaks,” ujar dia.

BACA JUGA:   Waspadai Delapan Budaya Digital

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).