Alih-Alih Konsumtif, Dunia Digital Bisa Membuat Inovatif

Tuesday, 08 June 21 Venue

Literasi digital merupakan kerja besar. Oleh sebab itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah perlu dukungan seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat melek digital. Dengan begitu, manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif.

Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo dalam pembukaan Webinar Literasi Digital Nasional untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, 7 Juni 2021.

“Saya harap, gerakan itu menggelinding dan terus membesar sehingga bisa mendorong berbagai inisiatif di tempat lain serta melakukan kerja konkret agar masyarakat makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif,” ujar Presiden Joko Widodo.

BACA JUGA:   Alasan Belanja Online Disukai Banyak Orang

Intan Cahya Kurniasari, Ketua Dewan Pembina HIPMI Kabupaten Probolinggo, menjelaskan, sekarang sudah waktunya semua melek digital karena media sosial telah menjadi jembatan untuk beraktivitas dan berkomunikasi.

“Karena banyak kegiatan dilakukan di rumah, seperti belajar online dari sekolah dasar hingga kuliah. Di rumah, anak-anak hingga orang tua menggunakan medsos. Alangkah baiknya menggunakan media sosial untuk hal positif dan produktif sehingga menghasilkan rupiah dan juga dolar,” ujar Intan.

Intan menambahkan, 48 persen masyarakat Indonesia aktif menggunakan smartphone dari bangun hingga tidur lagi.

“Dengan data itu, membuat banyak masyarakat banyak menggunakan hal-hal yang konsumtif, seperti belanja online,” ujar Intan.

BACA JUGA:   Meningkatkan Kecakapan Digital untuk Mengurangi Hoax

Dia menerangkan, seharusnya dengan perkembangan dunia digital, masyarakat lebih bersikap kritis dan juga inovatif. Jadi, meskipun banyak diskon di marketplace, masyarakat masih bisa menahan diri untuk membeli barang prioritas saja dan menyisihkan dana untuk menabung.

“Selain menabung, kita juga dituntut untuk membuat prioritas kebutuhan guna menghindari pemakaian kartu kredit, membuat anggaran belanja, dan mengurangi jalan-jalan ke mal ini. Lebih baik dana dipergunakan untuk berinvestasi,” paparnya.

Webinar Literasi Digital Nasional 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi ini juga menghadirkan pembicara lain, seperti Muhamad Zaki Amiludin, Eunike Nidya Christina, Taupik Alami, dan Muhammad Iqbal Darmawan.

BACA JUGA:   Menghindari Jebakan Pinjol Ilegal yang Berbahaya

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).