Mempromosikan Tempat Wisata Melalui Jalur Online

Wednesday, 01 December 21 Venue

Perkembangan dunia digital tidak lepas dari peran media sosial. Menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pengguna internet di Indonesia saat ini sekitar 63 juta jiwa. Kemudian untuk 95% dari data tersebut mengakses internet untuk bermain di jejaring sosial.

“Dari data tersebut sudah terlihat bagaimana potensi yang bisa didapatkan dari promosi di media sosial,” kata Inayah Swasti Ratih, Dosen STEBI Badri Masduqi & Tim Pengembangan Media Digital Edukasi Ekonomi Islam, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (30/11/2021).

Semakin banyak orang yang mengakses media sosial, kata dia, maka semakin besar pula peluang untuk mempromosikan produk atau jasa agar dilirik penggunanya. “Sebenarnya penggunaan media sosial untuk promosi sudah lama digunakan oleh pelaku bisnis,” ujar dia.

BACA JUGA:   Gunakan Software Agar tak Kehilangan Data

Sementara itu, lanjut dia, masih banyak pelaku usaha yang belum memaksimalkan media sosial untuk promosi produk maupun jasa yang ditawarkan. “Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk memanfaatkan media sosial dengan tepat. Apalagi dimasa pandemi seperti saat ini, yang melemahkan perekonomian dari berbagai aspek termasuk pariwisata,” tuturnya.

Sejak masuknya Covid-19 ke Indonesia, kata Inayah, sudah banyak destinasi wisata yang ditutup untuk menurunkan penyebaran virus corona. Hal ini tentu saja menyebabkan banyak orang harus kehilangan pekerjaannya. Selain itu pendapatan negara dari sektor pariwisata juga ikut menurun, karena menurunnya jumlah wisatawan yang datang berkunjung.

BACA JUGA:   Ketergantungan Gawai, Orangtua Harus Bertindak

“Tetapi bukan berarti pelaku usaha yang ada di dunia pariwisata menyerah akan masalah ini. Banyak pelaku usaha yang terus berusaha agar tempat usahanya tetap hidup. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial untuk tetap berinteraksi dengan wisatawan. Walaupun tempat wisata ditutup sementara jangan sampai promosi terhenti,” ujarnya.

Pemilik usaha, kata Inayah, tetap bisa mempromosikan tempat wisata saat pandemi melalui jalur online. Salah satunya dengan menggunakan media sosial, bisa melalui Facebook, Instagram, Twitter, Tiktok, dan jejaring sosial lainnya. “Sehingga pada saat wisatawan sudah diperbolehkan melakukan perjalanan wisata, destinasi wisata tersebut bisa menjadi tujuan bagi para pengunjung,” kata dia.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Ragam Pertimbangan Menjadi Freelancer

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).