Banyak hal dalam kehidupan sehari-hari kita sekarang dilakukan secara daring atau online. Menurut DR. Achmad Rizal, Dosen dan Peneliti Telkom University, keamanan digital keluarga harus selalu menjadi perhatian orangtua dan saat ini hal itu semakin penting untuk diperhatikan.
“Kami menemukan bahwa orangtua dari anak yang bersekolah online merasa lebih khawatir tentang keamanan online daripada mereka yang anaknya bersekolah seperti biasa,” tutur Achmad dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa timur, Kamis (07/10/2021).
Achmad mengatakan, menanamkan kebiasaan yang aman di dunia maya kepada anak-anak bukan perkara mudah. Karena itu, dia pun membagikan beberapa tips sebagai berikut:
- Lindungi identitas digital anak-anak
Untuk melindungi informasi anak-anak di dunia maya, ada beberapa cara sederhana yang dapat dicoba. Pertama, orangtua perlu mengajari anak cara membuat kata sandi (password) yang kuat dan tidak mudah ditebak. Hindari kata sandi sederhana yang menggunakan nama, tanggal lahir, atau bahkan karakter kartun favorit. Selain itu, dia pun menekankan sebaiknya anak-anak selalu menggunakan platform yang memiliki reputasi baik soal keamanan pengguna.
- Ketahui siapa lawan bicara anak-anak
Pembatasan sosial merupakan konsekuensi sulit dari pandemi Covid-19, sehingga anak-anak pun berinteraksi dengan teman mereka secara online, entah lewat aplikasi olah pesan teks maupun suara seperti saat bermain game. Dalam hal ini, orangtua mesti menyadari kanal komunikasi ini juga dapat dimanfaatkan orang tak dikenal yang berniat buruk. Karena itu, coba mengajak bicara anak-anaknya tentang game yang dia mainkan dan video yang dia tonton, serta siapa yang sering berinteraksi dengan mereka di dunia maya. Hal yang tak kalah penting, saat menilai apakah suatu game cocok dimainkan oleh anak-anaknya, orangtua sebaiknya memeriksa tidak hanya kontennya, tetapi juga apakah game itu memungkinkan komunikasi online dengan orang lain.
- Tunjukkan konten yang sesuai dengan usianya
Ketakutan jika anak menemui konten yang tidak pantas sudah lama menjadi salah satu kekhawatiran terbesar orangtua. Terkait hal ini, ada fitur-fitur keamanan keluarga yang dapat dimanfaatkan untuk membantu melindungi anak dari konten yang mungkin tidak sesuai dengan usianya.
SafeSearch di Google dapat membantu memfilter konten eksplisit di hasil penelusuran Google untuk semua jenis penelusuran, termasuk gambar, video, dan situs. SafeSearch dirancang untuk memblokir hasil penelusuran yang tidak pantas dari hasil penelusuran Google, misalnya pornografi.
Kelola perangkat anak dengan membuat akun Google untuknya dan menggunakan Family Link. Ini memungkinkan orangtua untuk menambahkan filter pada Google Search, memblokir situs, hanya memberikan akses kepada orang yang diizinkan, atau melacak lokasi anak apabila dia memiliki perangkat sendiri.
Fitur kontrol orangtua (Parental Control) di YouTube Kids dapat membatasi waktu penggunaan, hanya menampilkan video yang disetujui, atau memilih konten yang sesuai dengan usia anak.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).





