Menggunakan Media Sosial Sebagai Media Promosi

Saturday, 04 December 21 Venue

Kondisi Pandemi Covid-19 saat ini membuat banyak masyarakat terjerat kesulitan ekonomi. Adanya media sosial, kata Muhammad Umar, CEO CV. Sekoncoan Group, tidak hanya untuk sarana komunikasi dan bersosialisasi saja, namun juga bisa sebagai media promosi.

“Media sosial juga memiliki manfaat yang positif seperti untuk media promosi,” kata Umar ketika berbicara sebagai Key Opinion Leader dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat (03/12/2021).

Dia mengatakan, media sosial terutama instagram dapat digunakan sebagai media promosi. “Diharapkan dapat membantu masyarakat agar dapat bangkit kembali dengan menjual produk-produk dagangannya,” ujar dia.

Menurut dia, dalam menciptakan persepsi di pikiran konsumen mengenai suatu produk/jasa/brand, dibutuhkan pemikiran yang matang akan media promosi apakah yang cocok dan efektif, agar persepsi dan image yang ingin disampaikan dapat melekat kuat dibandingkan produk/jasa/ brand lainnya yang sejenis.

BACA JUGA:   Lima Dampak Perundungan Di Media Sosial

“Banyak media promosi yang dapat digunakan dari mulai yang umum hingga unik atau baru, misalnya menggunakan media atau jejaring sosial,” kata Umar. Media sosial atau situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan lainnya, kata dia, hingga kini dimanfaatkan sebagai media promosi, yang ternyata cukup efektif dalam memperoleh calon konsumen baru. “Ada beberapa bidang yang dapat menggunakan media sosial untuk memperkenalkan produk/jasa/ brand mereka,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, para pebisnis membuat akun-akun pada situs jejaring sosial seperti di Facebook dan Twitter untuk dapat memberikan informasi mengenai produk/ jasa/brand mereka agar bisa lebih dikenal masyarakat. “Banyaknya konsumen yang merasakan manfaat dari media sosial untuk memberikan informasi membuat konsumen lebih percaya pada rekomendasi online dibanding iklan promosi umum seperti brosur, katalog, spanduk,dan lain lain,” ujar dia.

BACA JUGA:   Cakap Digital Agar Tak Terjerat Utang

Misalnya dalam sektor pariwisata banyak orang yang menggunakan internet untuk merencanakan perjalanan wisata mereka, dari tujuan berlibur, hotel yang nyaman untuk menginap, hingga kuliner apa yang akan mereka kunjungi saat berlibur.

“Rata-rata mereka memperoleh rekomendasi dari sesama pengguna media sosial atau situs jejaring sosial. Para pecinta pariwisata tidak jarang menggunakan layanan wisata online pihak trip advisor untuk memperoleh informasi mengenai tujuan wisata yang menarik. Media sosial Twitter juga banyak digunakan untuk mencari akun-akun yang berhubungan dengan wisata,” ujar dia.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Beberapa Modus Eksploitasi Seksual Anak Secara Online

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).