BerandaLiterasi DigitalMenghindari Pencurian Data Secara Online, Ini Tipsnya

Menghindari Pencurian Data Secara Online, Ini Tipsnya

Published on

spot_img

Belum lama ini, Data 279 juta penduduk Indonesia diduga bocor dan dijual di forum online. Adapun, data penduduk Indonesia yang bocor meliputi nomor identitas kependudukan (NIK), nomor telepon, alamat, alamat email, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan data pribadi lainnya.

“Ironisnya, kasus kebocoran maupun pencurian data secara online ini tidak hanya terjadi sekali ini saja,” kata Diondy Kusuma, Chief Marketing Officer Diana Bakery, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (19/10/2021).

Sebelumnya, lanjut Diondy, jutaan data pribadi pelanggan dari sebuah e-commerce juga pernah dicuri dan diperjualbelikan di situs gelap. Data pribadi yang tersimpan di platform digital saat ini sangat rentan dicuri. “Padahal masyarakat semakin bergantung pada platform digital, terutama di tengah pandemi Covid-19 atau Corona yang masih terus berlangsung ini,” ujar dia.

Agar lebih aman dan terhindar dari pencurian data secara online, menurut Diondy, ada baiknya menerapkan beberapa tips berikut ini:

  • Perhatikan Izin Aplikasi Ketika Ingin Mengunduhnya
BACA JUGA:  Tips dan Strategi Menjadi Produktif di Era Digital

Coba periksa dulu izin aplikasi sebelum memutuskan untuk mengunduhnya. Kita perlu kritis, apakah masuk akal aplikasi untuk meminta izin tertentu, seperti mengakses kontak. Waspadai aplikasi yang meminta akses data yang tak relevan dan jadikan tanda peringatan utama. Ketika menemukan suatu kejanggalan, batalkan mengunduh aplikasi itu!

  • Jangan Klik Tautan yang Mencurigakan

Jika menerima email yang tampak mencurigakan, sebisa mungkin jangan klik tautan apapun atau membuka lampiran dalam surel tersebut. Peretas mungkin mencuri data username dan password akun milikmu jika mengklik tautan itu.

  • Selalu Perbarui Perangkat Lunak Secara Berkala

Selalu meluangkan waktu untuk memperbarui sistem operasi di perangkat ponsel. Hal ini sangat penting untuk menjaga keamanan data smartphone. Pembaruan software membuat selangkah lebih depan dari para peretas dan pencuri data. Coba sesuaikan pengaturan sehingga perangkat bisa diperbarui secara otomatis. Bisa dibilang, pembaruan aplikasi layaknya vaksinasi yang bisa melindungi dari berbagai penyakit. Karena itu, wajib untuk selalu memperbarui sistem operasi di smartphone.

  • Jangan Gunakan Password Tanggal Lahir atau yang Terlalu Mudah
BACA JUGA:  Mengubah Pola Pikir Sesuai Budaya Digital

Biasanya banyak platform online menganjurkan agar pengguna memiliki password yang terdiri dari kombinasi huruf, angka, huruf kapital, dan simbol. Hal ini agar password tidak bisa ditebak dengan mudah. Sebaliknya password dengan kombinasi angka yang terlalu mudah seperti 111111 atau 123456 atau berisi angka tanggal lahir, sangat mudah ditebak.

  • Pastikan Keamanan Jaringan yang Digunakan

Walaupun terkesan bisa berselancar sepuasnya tanpa menguras paket data, ada bahaya yang mengintai ketika menggunakan jaringan Wi-fi publik. Memakai jaringan Wi-fi publik tidak selalu aman, karena rentan disusupi hacker jahat yang mencuri data pribadi. Karena itu, sebaiknya jangan gunakan Wi-fi public, terutama saat melakukan transaksi pembayaran atau membuka akun bank.

  • Selalu Unduh Aplikasi di Tempat Resmi, Yaitu Google Play Store atau AppStore

Satu lagi tips yang perlu diterapkan untuk menghindari pencurian data: selalu unduh aplikasi di tempat resmi seperti Google Play Store untuk pengguna Android dan App Store untuk pengguna iOS.

BACA JUGA:  Marak Manipulasi Psikologis Melalui Platform Online

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

IKAPTRI Tourism Fair 2027 Resmi Diluncurkan, Perkuat Ekosistem Pariwisata Berkelanjutan

Jakarta, Venuemagz.com - Ikatan Alumni Pariwisata Trisakti (IKAPTRI) secara resmi mengumumkan penyelenggaraan IKAPTRI Tourism...

Kolaborasi Batik Keris dan PPLIPI Hadirkan Peragaan Busana, Pameran, hingga Aksi Sosial

Jakarta, Venuemagz.com - Hari Batik Nasional menjadi momen terbaik untuk merayakan identitas bangsa dengan...

Art Jakarta 2026 Hadirkan Empat Segmen Utama Mulai dari SPOT hingga Debut Perdana MTN Market  

Jakarta, Venuemagz.com - Penyelenggaraan Art Jakarta tengah digelar pada 2-4 Oktober di Hall B3,...

Resmi Digelar, Art Jakarta 2026 Jadi Titik Temu Ekosistem Seni Asia Tenggara

Jakarta, Venuemagz.com - Pameran seni terkemuka se-Asia Tenggara, Art Jakarta, telah resmi dibuka pada...

IKAPTRI Tourism Fair 2027 Resmi Diluncurkan, Perkuat Ekosistem Pariwisata Berkelanjutan

Jakarta, Venuemagz.com - Ikatan Alumni Pariwisata Trisakti (IKAPTRI) secara resmi mengumumkan penyelenggaraan IKAPTRI Tourism...

Kolaborasi Batik Keris dan PPLIPI Hadirkan Peragaan Busana, Pameran, hingga Aksi Sosial

Jakarta, Venuemagz.com - Hari Batik Nasional menjadi momen terbaik untuk merayakan identitas bangsa dengan...

Art Jakarta 2026 Hadirkan Empat Segmen Utama Mulai dari SPOT hingga Debut Perdana MTN Market  

Jakarta, Venuemagz.com - Penyelenggaraan Art Jakarta tengah digelar pada 2-4 Oktober di Hall B3,...