Meningkatkan Brand Awareness Melalui Social Media Specialist

Thursday, 25 November 21 Venue
Datascripmall.id

Penggunaan media sosial di Indonesia menurut Wearesocial Hootsuite mencapai 56% populasi atau sekitar 150 juta orang pada tahun 2019. Menurut Ervita Delima Sari, Sosial Media Specialist PT Pos Indonesia, angka yang sangat besar adalah alasan kenapa perusahaan-perusahaan kini sangat memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan brand awareness serta meningkatkan angka penjualan.

“Alhasil, posisi social media specialist, kini sangat dibutuhkan di banyak perusahaan,” kata dia dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (24/11/2021).

Social media specialist, kata Ervita, bertanggung jawab dalam hal merencanakan, menerapkan, serta memantau strategi-strategi yang diterapkan di sosial media perusahaan. “Fungsi dari sosial media ini antara lain adalah untuk meningkatkan brand awareness dari para audiens terhadap perusahaan serta sebagai salah satu strategi marketing untuk meningkatkan angka penjualan perusahaan,” ujarnya.

Menurut dia, salah satu skill yang diperlukan untuk menjadi social media specialist yang andal adalah kemampuan untuk memperkenalkan brand perusahaan dengan menyesuaikan tren serta tetap relevan terhadap target audiens. “Selain itu ada beberapa Kemampuan-kemampuan lain juga yang harus dimiliki,” kata Ervita. Kemampuan-kemampuan itu di antaranya:

  • Copywriting
BACA JUGA:   Internet dan Manfaatnya dalam Kehidupan

Konten media sosial yang baik adalah adalah konten yang ketika dilihat sekilas bisa langsung menarik untuk dibaca atau ditonton. Ini artinya, anda harus menguasai teknik copywriting yang baik. Tak hanya untuk konten berupa artikel saja, konten visual seperti poster dan video pun disusun berdasarkan konsep dan pesan yang ditulis oleh social media specialist. Oleh karena itu, kemampuan copywriting menjadi salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki social media specialist.

  • Kreatif

Kini hampir semua perusahaan memiliki media sosial, hal ini membuat tantangan menciptakan konten yang menarik menjadi semakin tinggi. Oleh sebab itu posisi ini selalu dituntut untuk mampu berpikir sekreatif mungkin agar konten-konten yang dipublikasikan menjadi berbeda sehingga dapat meningkatkan engagement rate social media perusahaan.

  • Analisis Data

Seorang social media specialist harus mampu untuk melihat data kemudian mengidentifikasi tren, mengembangkan rekomendasi, dan menyusun strategi berdasarkan data tersebut. Kemampuan analisis dibutuhkan untuk menghasilkan strategi media sosial yang efektif sehingga kemungkinan tercapainya target menjadi lebih tinggi.

  • Manajemen Waktu
BACA JUGA:   Milenial Senang Lakukan Digital Payment, Ini Kelebihannya

Setiap bulannya, social media specialist menyusun kalender konten yang berisi jadwal publikasi dari setiap konten yang sudah direncanakan. Karena konten harus naik sesuai dengan jadwal, oleh karena itu jika ingin berkarir di posisi ini harus mampu mengatur waktu dengan baik. Selain itu kemampuan multitasking juga harus dimiliki karena biasanya perusahaan memiliki chanel media sosial yang diatur lebih dari satu.

  • Customer-Centric

Sebuah studi memaparkan 45% pelanggan menghubungi perusahaan melalui media sosial. Ini artinya, seorang social media specialist harus mampu melakukan follow up yang baik atas setiap respon (pesan, komentar, dll) yang masuk dari para pelanggan. Hal ini penting karena pengalaman customer yang memuaskan akan mempengaruhi persepsi mereka terhadap brand. Semakin baik komunikasi dengan customer, semakin baik nilai brand di mata customer.

  • Paham Tools Social Media

Untuk memudahkan setiap pekerjaan, penting bagi social media specialist menguasai tools media sosial seperti: Hootsuite, sprout social, Buzzsumo, Keyhole, Awario, Digimind Social, Socialbakers.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Waspadai Penipuan Melalui Online Shop, Begini Ciri-cirinya

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).