Meningkatkan Keterampilan yang Dibutuhkan di Era Digital

Thursday, 21 October 21 Venue
Canon PhotoMarathon Indonesia 2017

Fenomena revolusi masif yang menyebabkan perubahan interaksi sosial terjadi di segala bidang. Bahkan menurut Dee Rahma, Digital Marketing Strategist, di dunia pendidikan, internet juga digunakan untuk belajar online baik sekolah, kuliah, dan kursus.

“Bekerja pun saat ini dilakukan secara remote dan tidak wajib setiap hari pergi ke kantor,” kata dia dalam  webinar Literasi Digital wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I, pada Selasa (19/10/2021).

Menurut dia, Wi-fi pun sudah menjadi kebutuhan pokok, karena masyarakat ketika di rumah sudah belanja melalui cara online, memakai e-banking, e-money, juga interaksi sosial secara virtual dan telemedicine.

“Semua percepatan yang terjadi sekarang seharusnya masih akan terjadi 10 tahun mendatang. Namun pandemi membuat transformasi digital mengalami percepatan,” kata Dee. Sehingga, lanjut dia, terjadi peningkatan kebutuhan talent dengan digital skills secara masif di industri era digitalisasi. “Setiap orang akhirnya harus meningkatkan keterampilan (skills) yang dibutuhkan di era digital ini,” kata dia.

BACA JUGA:   Sistem COD, Upaya Memberikan Kepercayaan Pelanggan

Sebagai dasar, lanjut Dee, setiap orang setidaknya harus memiliki kemampuan literasi digital seperti kreatif, berpikir kritis, efektif, problem solving, paham etika, dan mengerti keamanan digital. Selanjutnya skills yang fungsional juga diperlukan seperti mahir menggunakan perangkat digital seperti Zoom, Google Drive, dan aplikasi lainnya untuk kolaborasi digital.

“Tingkatan selanjutnya ada digital skills seperti digital marketing, artificial intelligence, analysis big data, hingga cyber security,” ujar Dee.

BACA JUGA:   Bijak Berinteraksi, Kunci Terhindar dari Hukum Dunia Digital

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).