Meningkatkan Kualitas Pemahaman Literasi Digital

Saturday, 20 November 21 Venue

Penyebaran internet semakin meluas, begitu juga dengan perkembangan teknologi digital. Oleh Karena itu, menurut Dr. Arif Rahman,M.PD, Dosen Pasca Sarjana Undikma Mataram, perlu  disertai dengan peningkatan kualitas pemahaman akan literasi digital.

“Ada sejumlah prinsip dasar dalam berinteraksi di dunia maya untuk meningkatkan pemahaman tersebut,” kata dia dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis 18 November 2021.

Pertama, kata Arif, prinsip dasar itu adalah kebenaran konten atau unggahan yang kita buat atau kita sharing. “Karena saat ini banyak sekali berita hoaks yang tersebar dan dipercaya masyarakat bahwa hal itu adalah sebuah kebenaran,” ujar Arif dalam webinar yang dipandu oleh Yulian Noor ini.

Arif mengatakan, saat ini banyak informasi yang beredar yaitu hoks atau yang sudah disunting oleh tangan manusia maka kita harus mampu menganalisis kebenarannya.

BACA JUGA:   Mewaspadai Bahaya Infodemi

“Kita sebaiknya tidak mudah untuk menerima permintaan pertemanan orang lain tidak kita kenal bahkan ketika memiliki mutual Friends tidak semua profil dapat dipercaya jadi banyak profil-profil yang palsu dan kita harus hati-hati,” ujar dia.

Prinsip dasar selanjutnya adalah tentang apakah mengandung manfaat dan bisa membantu orang lain atau tidak. “Jadi ketika kita menggali sebuah informasi disertai foto video atas lain sebagainya mari kita pikirkan apakah materi tersebut bermanfaat dan mungkin akan menolong orang atau memberikan mudharat malah kebalikannya bukan manfaat.”

Selanjutnya, kata Arif, adalah apakah si empunya sudah setuju atau tidak dan biasakan diri untuk menulis sumbernya. Pahami juga bahwa kita harus meminta izin kepada empunya atau  yang memiliki hak cipta tersebut agar kita bisa meniru.

BACA JUGA:   Pelaku Kejahatan Siber Mengincar Sisi Psikologis

Prinsip penting lainnya adalah kita harus mengunggah hal-hal positif yang mengandung kebaikan. “Mari kita saling menghormati di dunia maya seperti kita menghormati orang lain di dunia nyata,” kata Arif.

Ditambah lagi, lanjut Arif, dengan prinsip Necessary, tentang apa yang kita lakukan dan semuanya yang ingin kita bagi harus dipikirkan dulu apakah konten tersebut perlu dimuat. Ada juga sejumlah panduan dasar menggunakan media maya yaitu menjaga privasi, menjaga keamanan akun, menghindari hoaks, menyebarkan hal yang positif dan pakailah seperlunya.

“Hal yang disebut terakhir memang dirasa berat bagi orang yang saat ini sangat akrab dengan dunia medsos. Tapi dengan disiplin dan kerja keras untuk menahan diri untuk mengalihkan perhatian kita dari memegang HP maka sedikit sedikit kebiasaan itu akan terjaga dengan baik,” kata Arif.

BACA JUGA:   Teknologi Informasi Diharapkan Dapat Promosikan Budaya

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).