BerandaLiterasi DigitalPelaku UMKM Wajib Beradaptasi Ke Digital

Pelaku UMKM Wajib Beradaptasi Ke Digital

Published on

spot_img

Serangan pandemi COVID-19 memaksa para pelaku usaha yang belum mengenal digital untuk belajar mengenal dan mulai memasarkan produk secara online. Mereka juga mulai belajar bergabung dalam platform digital seperti Shopee atau Tokopedia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Nayaka Yoga Pradipta, Founder @adsify.id, dalam acara Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, (11/6/2021).

Nayaka mengatakan, para pedagang kuliner kecil mulai ramai-ramai bergabung dengan aplikasi penyedia multi-layanan seperti Gojek atau Grab demi meraih konsumen yang lebih luas. Mau tidak mau pelaku UMKM harus mengikuti tren konsumen yang ingin membeli makanan tanpa harus datang sendiri.

BACA JUGA:  Meningkatkan Kualitas Pemahaman Literasi Digital

“Langkah tersebut ternyata mampu menggeliatkan kembali usaha mereka, bahkan sebagian mampu meningkatkan usaha,” ujarnya.

Nayaka menjelaskan, sejak pandemi COVID-19 ini masyarakat banyak melakukan perubahan, seperti di Indonesia 89 persen masyarakatnya banyak melakukan aktivitas di rumah. Online shopping yang dulu hanya dilakukan untuk melihat produk, sejak pandemi menjadi tempat untuk membeli. Tidak hanya itu, dahulu orang senang kuliner dengan makan di tempat, namun sejak pandemi makanan yang mereka pesan minta dibungkus. Semua ini dilakukan karena masyarakat masih banyak yang takut untuk beraktivitas luar.

BACA JUGA:  Celah Internet Untuk Dampak Negatif

“Dengan segala perubahan perilaku konsumen sejak pandemi COVID-19 untuk itu pelaku UMKM harus mulai dan cepat bertransformasi ke digital. Tapi sayangnya dari 80 persen UMKM di Indonesia yang terkena dampak COVID-19, baru 13 persen yang sudah digital,” paparnya.

Gerakan Literasi Digital Nasional 2021 merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.

BACA JUGA:  Ancaman Kejahatan Siber, Begini Cara Mencegahnya

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

spot_img
spot_img

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....

Wisata Medis di Malaysia Masih Menjadi Favorit Warga Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com -- Indonesia masih menjadi pasar utama bagi sektor wisata medis Malaysia. Hal...

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....