Pemicu Terjadinya Berita Hoaks

Wednesday, 20 October 21 Venue

Semakin maju teknologi, membuat hampir setiap orang dapat dengan mudah mendapatkan informasi dari media manapun. Namun menurut Zulham Mubarak, Ketua Umum Milenial Utas & Komisaris PT Agranirwasita Technology Indonesia, tak semua berita yang didapat itu jelas kebenarannya.

“Maraknya berita hoaks yang tersebar di beragam media membuat masyarakat dituntut untuk harus lebih cermat dalam menyaring setiap informasi,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (18/10/2021).

Menurut dia, tentu ada penyebab mengapa masyarakat banyak yang tertipu dengan pemberitaan media. Zulham mengatakan, terdapat  beberapa poin pemicu terjadinya pemberitaan hoaks, di antaranya:

  • Revolusi media sosial: keterbukaan informasi dan tingginya konsumsi media sosial (Indonesia pengguna Facebook ke-4 terbesar di dunia)
  • Literasi media: minim, kurang kritis terhadap informasi
  • Pengguna media sosial menjadi pengedar informasi tanpa mampu melacak kebenarannya
  • Era “Post-Truth“: yang diunggulkan ujan kebenaran, tetapi kedekatan emosi dan keyakinan pribadi dengan informasi yang diedarkan.
  • Konflik horisontal, penajaman perbedaan, peredaran pesan kebencian, dan kecenderungan pada “bullying” sosial.
BACA JUGA:   Masuk ke Ranah Audio, Rambah Dunia Podcast

“Kelima poin tersebut menjadi penyebab mengapa berita hoaks mudah tersebar dan cukup sulit ditangani belakangan ini yang terjadi di tanah air,” ujar Zulham.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, tantangan di ruang digital saat ini semakin besar. Berbagai konten negatif terus bermunculan dan kejahatan di ruang digital meningkat seperti hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital. Kejahatan di ruang digital itu, menurut Presiden perlu terus diwaspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

BACA JUGA:   Kebiasaan Baru Itu Bernama Belanja Online

“Kewajiban kita bersama untuk terus meminimalkan konten negatif, membanjiri ruang digital dengan konten-konten positif, banjiri terus, isi terus dengan konten-konten positif,” kata Presiden saat membuka Gerakan Nasional Literasi Digital 2021, belum lama ini.

Presiden Joko Widodo menyampaikan pentingnya meningkatkan kecakapan digital masyarakat agar mampu menciptakan lebih banyak konten-konten kreatif yang mendidik, menyejukkan, dan menyerukan perdamaian.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Jualan di Instagram, Ikuti Tipsnya

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).