Jaga Keamanan, Ketahui Teknik-teknik Kejahatan di Ruang Digital

Sunday, 24 October 21 Venue

Dalam menjaga keamanan digital penting untuk mengetahui teknik-teknik kejahatan. Menurut Richard Paulana, COO TMP Event, hal itu berguna agar semakin waspada, jangan sampai menjadi korban kejahatan di ruang digital.

Richard mengatakan, teknik kejahatan pertama yaitu spamming diambil dari kata spam yang akan mengganggu kita. Dulu, kata dia, spamming melalui pesan di email biasanya advertisement, marketing berbagai penawaran. “Tetapi kalau sekarang lebih banyak melalui SMS,” ujar dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/10/2021).

SMS ini, lanjut Richard, datang terkadang mengganggu dengan kata-kata yang diketik huruf kecil dan besar menawarkan pinjaman, mendapat undian hingga tenaga gaib. Semakin lama spam yang ada beragam dan semakin banyak.

BACA JUGA:   Menjaga Reputasi di Dunia Maya

“Biasanya SMS tersebut itu akan menyertai sebuah link. Tulisannya belakangnya atau domainnya bit.ly timbul rasa penasaran dan akhirnya membuka link tersebut,” kata dia.

Padahal, lanjut Richard, bisa saja halaman website mengandung virus Malware berbagi data pribadi. “Apalagi jika website yang diminta kita mengisi data diri. Selain juga ada pengaruh dengan perangkat yang akan kena dampak dampak dari virus tersebut,” ujar dia.

Kedua, kata dia, adalah phishing yang juga marak terjadi di Indonesia. Para oknum mengatasnamakan sebuah emiten atau lembaga-lembaga ternama. Masih dikirimkan melalui SMS misalnya mengatasnamakan Telkomsel atau perusahaan lain yang menggiurkan masyarakat membuat mereka percaya.

BACA JUGA:   Pentingnya Jejak Digital, Begini Cara Menjaganya

Mulai dari undian, promo produk murah, namun kembali harus mengisi data. Data ini yang diincar. “Dengan kita memberikan data pribadi dapat digunakan untuk hal merugikan kita,” ujar Richard. Teknik ini mengenai pencurian data, karena itu masyarakat tidak diperbolehkan menunjukkan data pribadi di ruang publik.

“Jangan buang-buang waktu karena kita itu membuka pintu data pribadi Anda ke media sosial. Jangan membuka kesempatan untuk mengambil data-data kalian yang nantinya bisa dipakai untuk pinjaman online dan waspada dengan website abal-abal. Jangan pernah membagikan data kepada siapapun,” kata Richard.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

BACA JUGA:   Cara Pintar Belanja Online

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).