Pentingnya E-Commerce Untuk Bisnis Masa Kini

Friday, 20 August 21 Venue

Saat ini, banyak orang menggunakan laptop, tablet, dan bahkan ponsel untuk melakukan berbagai hal selain hanya mengirim email. Seperti membeli dan menjual produk melalui internet.

“Internet yang mudah diakses membuat situs e-commerce atau toko online menjadi cara yang efektif untuk terhubung dengan khalayak luas,” kata Katherine Jioe, Wedding Planner at Varawedding dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (19/8/2021).

Menurutnya, seiring dengan kemajuan teknologi e-commerce merupakan cara berbelanja di era modern yang memungkinkan siapa saja membeli berbagai jenis produk secara online. Semua bisa dilakukan dengan singkat dan sederhana.

“Hal ini tentu menjadi sebuah peluang potensial bagi pengusaha untuk semakin mengembangkan bisnisnya,” ujar Katherine.

Dia mengatakan, jika ingin memulai usaha, ada baiknya memilih platform ini sebagai media penjualan karena terbukti efektif dalam menjangkau konsumen. Untuk memiliki e-commerce pun pendaftarannya sangat mudah.

Platform ini sangat membantu pengusaha pemula, bahkan pebisnis yang telah malang melintang di berbagai industri juga perlu mempertimbangkan platform berbasis digital tersebut,” tuturnya.

BACA JUGA:   Benteng Penangkal Paham Radikalisme, Terorisme, dan Separatisme

Katherine mengatakan, terdapat beberapa alasannya e-commerce penting bagi bisnis, di antaranya:

  • Potensi pertumbuhan bisnis di masa mendatang.

Potensi bisnis e-commerce diproyeksikan akan terus bertumbuh di tahun mendatang hingga 15-25%. Hal ini dapat terlihat dari perkembangan industri terkait setidaknya dalam lima tahun ke belakang. Jumlah pengusaha yang beralih ke platform ini semakin membludak. Hal ini sangat wajar karena terbukti memberikan banyak keuntungan bagi konsumen.

Konsumen yang diberi kemudahan dalam mendapatkan beragam produk tentu merasa lebih senang karena praktis dan cepat. Tidak perlu lagi buang waktu dan tenaga untuk membeli sesuatu dari penjual yang lokasinya jauh. Ditambah kemajuan teknologi semakin mendukung. Maka sektor ini menjadi lahan basah bagi pengusaha.

  • Menghasilkan pendapatan tinggi kapan pun dan di mana pun.

Inilah salah satu keunggulan e-commerce yang disukai banyak pebisnis masa kini. Dengan menjalankan bisnis secara online, tetap berkesempatan menghasilkan pendapatan secara terus-menerus tanpa mengenal ruang dan waktu. Tidak perlu memikirkan jam kerja karena transaksi penjualan dapat berjalan 24 jam tanpa harus dijaga terus.

  • Membuka usaha dengan modal minim.
BACA JUGA:   Literasi Digital Tak Sekadar Menguasai Teknologi

Modal kerap menjadi kendala bagi banyak pengusaha. Namun dengan adanya teknologi, bisa memanfaatkannya secara optimal sehingga dapat menekan biaya untuk membuka usaha. Bisnis online memungkinkan untuk menjalankannya di mana saja tanpa harus menyewa kantor khusus. Bayangkan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk menyewa tempat.

  • Promosi mudah dan murah.

Informasi mengenai produk yang dijual akan sulit sampai ke konsumen jika tanpa melakukan promosi. Promosi dengan cara lama seperti pembuatan spanduk, baliho, atau pamflet dirasa memakan biaya tinggi. Namun platform online membuka kesempatan beriklan secara mudah serta murah.

  • Menjangkau konsumen tanpa batas.

Seiring dengan kemajuan teknologi, melalui saluran media sosial atau lainnya bisa terhubung dengan siapa saja dari berbagai belahan dunia. Sama halnya dengan teknik berbisnis yang saat ini semakin mengandalkan kecanggihan teknologi digital dan internet. Produk bisa dipasarkan tanpa batas wilayah sehingga jumlah penjualan terus meningkat.

BACA JUGA:   Belajar Agama Melalui Media Sosial

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).