BerandaLiterasi DigitalRuang Baru itu Bernama Ruang Digital

Ruang Baru itu Bernama Ruang Digital

Published on

spot_img

Di zaman sebelum tiba era digital, pers hadir menjadi satu-satunya sumber produksi informasi. Itupun, menurut Fuad Dwi Saputro, WAKA Kesiswaan, MTs Plus Madinatul Mubtadiin Kediri, produk informasinya masih ada batasan dan tidak bisa direspons langsung.

“Kadang baru ditanggapi sehari atau seminggu setelah informasi itu disampaikan lewat media cetak atau televisi,” kata dia dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (18/11/2021).

Kini, lanjut dia, media sosial di era digital atau internet bisa ditanggapi real time dan langsung dikomentari, bahkan jadi diskusi publik. Hanya etika dan tata krama digital yang bisa menyetop diskusi di ruang publik dan media digital saat ini. “Karena teknologi internet saat ini membuat manusia bisa menjadi produsen dan pengguna informasi sekaligus,” ujarnya.

Perkembangan teknologi internet, kata Fuad, telah membuat manusia secara sadar menciptakan ruang baru, yakni ruang digital. Ruang digital yang tampil secara artifisial telah memindahkan nyaris semua aktivitas manusia di dunia nyata ke dunia baru, dunia maya.

BACA JUGA:  Jangan Anggap Sepele Berita Hoaks

“Kini, dengan internet manusia bisa mencari informasi, berkomunikasi secara langsung atau bersurat elektronik lebih cepat, mencetak media massa dan beredar lebih cepat, lebih luas, malah tanpa batas wilayah lagi,” kata dia.

Dunia maya, menurut dia, sekarang seolah menjadi substitusi artifisial yang hadir secara dekat, berdampingan dengan tata krama di dunia nyata. Ini yang oleh banyak warganet belum disadari. “Terjadinya migrasi dari tata pergaulan dunia nyata ke tata pergaulan dunia maya sebenarnya etikanya sama. Dampak sosialnya juga sama, tapi banyak warganet yang merasa berbeda hingga sering menimbulkan gegar budaya dalam kehidupan di dunia nyata,” tutur Fuad.

Dia mengatakan, banyak warganet yang di dunia nyata bisa sopan dan menjaga tata krama, tapi ketika hadir di dunia maya malah emosional dan kasar, tak bisa menjaga ucapan dari yang ditulisnya di dunia maya. “Ini yang mesti diperbaiki,” kata Fuad.

BACA JUGA:  Masuk ke Ranah Audio, Rambah Dunia Podcast

Dunia maya, lanjut dia, mempunyai risiko yang sama pentingnya untuk dijaga. Di dunia maya, dalam berperilaku, mengunggah konten atau statemen akan meninggalkan jejak digital. Kalau positif, akan meninggalkan citra dan nama baik yang bagus untuk kita di dunia nyata.

“Tapi kalau jejak digital yang kita tinggal di dunia maya negatif, penuh dengan amarah dan tidak bertoleransi pada tetangga, suku, agama, dan lain-lain, itu juga akan berdampak buruk buat kita. Dan, jejak digital itu tak bisa dihapus. Ia akan melekat pada citra diri kita di dunia nyata. Kita sendiri yang rugi,” tambah dia.

Untuk menjaga keseimbangan tata krama dan jejak digital di dua dunia yang berdampingan, kata Fuad, kuncinya adalah jaga betul jempol kita agar tetap beretika.

BACA JUGA:  Mewaspadai Membagikan Informasi di Internet

“Biasakan pikir dan jangan emosi sebelum posting info yang kita dapat. Pertimbangkan ada manfaatnya atau justru mudharat sharing info kita itu. Jejak digital yang baik akan berdampak baik, yang buruk akan bikin rusak nama dan karier kita. Jadi, jaga betul tingkah jempol kita. Tetap berbudaya dan beretika di dunia maya, karena runyam dampaknya di dunia nyata kalau sampai terlena,” tuturnya.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 -untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, dan tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan empat pilar utama, yaitu Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

spot_img

Dari Thailand ke Jakarta, Ressa Maulani Hadirkan Strategi Baru Bangun Brand Hospitality Premium

Jakarta, Venuemagz.com - Industri hospitality Indonesia kini bergerak ke arah yang lebih dinamis. Kekuatan...

Silhouette by The Zero Phuket Hadir di Nai Yang dengan Pendekatan Berbeda

Phuket, Venuemagz.com – Silhouette by The Zero Phuket hadir di Nai Yang sebagai wujud...

Aston Sentul Rayakan 10 Tahun Perjalanannya

Sentul, Venuemagz.com – Aston Sentul Lake Resort & Conference Center dengan bangga merayakan hari...

Perdana, Indo Livestock Expo & Forum Hadirkan Kompetisi terkait Ternak Ruminansia 

Jakarta, Venuemagz.com - Indo Livestock Expo & Forum edisi 19 akan segera hadir pada...

Dari Thailand ke Jakarta, Ressa Maulani Hadirkan Strategi Baru Bangun Brand Hospitality Premium

Jakarta, Venuemagz.com - Industri hospitality Indonesia kini bergerak ke arah yang lebih dinamis. Kekuatan...

Silhouette by The Zero Phuket Hadir di Nai Yang dengan Pendekatan Berbeda

Phuket, Venuemagz.com – Silhouette by The Zero Phuket hadir di Nai Yang sebagai wujud...

Aston Sentul Rayakan 10 Tahun Perjalanannya

Sentul, Venuemagz.com – Aston Sentul Lake Resort & Conference Center dengan bangga merayakan hari...